PTPN Harus Bantu Pembangunan Kabupaten/Kota


Tebingtinggi (Lapan Anam)
Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI asal Sumut H. Yopie S Batubara, meminta kiranya pihak perkebunan mengalokasikan dana wajib 5 persen bagi pembangunan daerah kota Tebing Tinggi.

Karena selama ini pihak perkebunan khususnya PTPN III dan PTPN IV menggunakan fasilitas kota itu dalam berbagai kegiatan perusahaan.

Hal itu, disampaikan Yopie, Sabtu (7/2), saat mengunjungi pelaksanaan fogging yang dilakukan Caleg No.2 Dapem III(Sergai/Tebing Tinggi) DPRD Provsu dari PAN Isfan F Fachruddin, SE, MSP di Link. 01 (Kampung Semut), Kelurahan Bandar Utama, Kecamatan Tebing Tinggi Kota. Dalam kunjungan itu, Yopie menyempatkan diri berdialog dengan masyarakat sekitar dan mendengar aspirasi dari mereka.

Dikatakan, sejak lama ada kewajiban memberikan bantuan bagi daerah-daerah sekitar perkebunan dikelola PTPN. Karena di sekitar Kota Tebing Tinggi ada PTPN III dan PTPN IV, maka ke dua badan usaha milik Negara itu harus memperhatikan Kota Tebing Tinggi.

“Jangan cuma mengambil manfaat dari fasilitas kota, tapi tak pernah membantu,” tegas dia.

Pukat Harimau

Selain itu, Yopie juga menyoroti insiden pembakaran pukat harimau yang terjadi di Sergai. Anggota DPD RI menyesalkan sikap aparat keamanan yang bertindak represif tanpa melihat akar persoalan.

Bagaimana nelayan tidak kalap kalau mata pencarian mereka dihancurkan, jelas saja mereka gelap mata.

“Kita menyarankan aparat keamanan melihat akar persoalan yang ada dan menyelesaikannya dengan persuasif bukan represif,” kata Yopie.

Untuk kedua persoalan itu, Yopie berjanji akan menanyakannya pada saat kunjungan kerja di Sumut 6 Maret hingga 6 April 2009. “Kita akan tanyakan hal itu nantinya,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, Isfan F. Fachruddin, SE, MSP, melaporkan kepada Yopie Batubara, tentang persoalan banjir dialami Kota Tebing Tinggi selama ini.

Isfan memohon kepada Yopie Batubara, agar membicarakan persoalan itu ke Pemerintah Pusat guna menganggarkan dana penanggulangannya di APBN.

“Pembangunan terpenting mengatasi banjir di kota ini dengan membuat kanal di pinggiran kota, dan itu butuh dana besar,” ungkap Isfan kepada Yopie.

Tim Isfan dalam pelaksanaan fogging di Kota Tebing Tinggi memusatkan kegiatannya pada daerah-daerah terkena banjir, khususnya di pinggiran Sei Padang. Pelaksanaan fogging berlangsung selama empat hari. (Rel)