Pembentukan Protap Tidak Lagi Diagendakan

Medan (Lapan Anam)
Pimpinan DPRD Sumut telah memutuskan untuk tidak akan pernah lagi mengagendakan pembentukan Protap, sampai masalah hukum yang berkaitan dengan demo anarkhis tersebut dituntaskan.

”Tidak ada lagi agenda di DPRD Sumut untuk membahas pembentukan Protap, sampai masalah hukum demo anarkis pendukung Protap yang menyebabkan tewasnya Ketua DPRD Sumut Abdul Azis secara tuntas”, kata Wakil Ketua DPRD Sumut Drs H Hasbullah Hadi SH,SpN di Medan, Rabu (4/2).

Hasbullah Hadi dalam kesempatan itu didampingi Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD), Mutawalli Ginting, Ketua Fraksi PAN Drs Ibrahim Sakty Batubara, serta anggota DPRDSU Isrok Anshari Siregar dan Syukron J Tanjung. Hadir pula Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga Ketua Asosiasi DPRD se-Indonesia Ade Suprayatna SH, yang khusus datang ke Medan untuk menghadiri pemakaman Alm Aziz Angkat.

Sementara, terkait adanya ’rapat rakyat’ yang diselenggarakan Jhon Eron Cs yang ’menyetujui’ Protap saat terjadinya insiden kemarin, menurutnya Eron telah bermimpi untuk menjadi Ketua DPRD Sumut, dengan menggelar rapat paripurna yang disebutnya ‘rapat rakyat’ tersebut.

Menurut Hasbullah, Indonesia adalah negara hukum yang segala sesuatunya diatur sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu sidang resmi yang diakui secara hukum adalah sidang paripurna yang diagendakan secara resmi dan diatur dalam tata tertib dewan.

Adapun ‘sidang rakyat’ yang digelar Jhon Eron Cs kemarin, menurut Hasbullah Hadi adalah sidang ala komunis. “Sidang ala komunis itulah yang telah dipraktikkan Jhon Eron dan kawan-kawan,” kata Hasbullah Hadi.

Terkait itu, pimpinan DPRD Sumatera Utara mendesak Kapolda Sumut Irjen (Pol) Nanan Soekarna segera menahan Anggota DPRDSU Jhon Eron Lumban Gaol Cs, yang diduga menjadi salah satu ‘otak’ kerusuhan saat terjadi unjukrasa pendukung Protap kemarin. Aksi anarkhis ini menyebabkan Ketua DPRD Sumut, Drs Aziz Angkat tewas, karena dipukuli pengunjukrasa.

“Kita mendesak agar Kapolda segera menangkap Jhon Eron Lumbangaol, anggota Fraksi DPRD Sumut yang juga salah seorang panitia penggagas Protap karena diduga telah menjadi ‘otak’ kerusuhan kemarin,” tutur Hasbullah Hadi.

Meski demikian kesempatan itu Hasbullah Hadi mengimbau kepada masyarakat Sumatera Utara untuk tetap dapat menjaga kondusifitas suasana, dan tidak mudah terprovokasi dengan ulah provokator yang bersikap anarkhis, sebiadap ulah yang dilakukan Panitia Protap.

Dia merasa yakin Kapolda Sumut akan segera menindak setiap pelaku yang bersalah. Dia juga berharap agar Poldasu segera mengusut masalah ini sampai tuntas, karena bila polisi lamban mengatasi masalah hukumnya dikhawatirkan bisa memancing adanya tindakan brutal dari masyarakat.

Hasbullah Hadi juga menyatakan siap membantu aparat kepolisian menghadirkan sejumlah anggota DPRD Sumut sebagai saksi, yang melihat peristiwa pemukulan terhadap Ketua DPRD Sumut Drs Aziz Angkat, yang membuat Sekretaris DPD Golkar Sumut itu menghembuskan nafas terakhirnya karena dipukuli massa.

”Kita siap membantu polisi menghadirkan saksi sejumlah anggota dewan yang menyaksikan pemukulan itu secara langsung. Apalagi saat ini foto-foto dan rekaman video dari media juga sudah banyak ditayangkan dan beredar,” kata Hasbullah Hadi.

SEGERA DIPROSES

Sementara itu Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD), Mutawalli Ginting menyatakan pihaknya akan segera memanggil Anggota DPRD Sumut Jhon Eron Lumbangaol, yang disebut-sebut ikut terlibat sebagai perancang demo anarkhis pendukung Protap, yang menewaskan Ketua DPRDSU Aziz Angkat.

”Kita akan panggil Jhon Eron Lumbangaol untuk dimintai keterangannya terkait aksi tersebut. Masalah ini harus diusut tuntas karena sudah mengarah pada tindakan anarkhis dan brutal,” kata Mutawali Ginting.

Menurut Ginting, aktor intelektual di balik kerusuhan tersebut harus segera diungkap. Dia juga mendesak aparat kepolisian pro aktif dan segera mengusut tuntas kasus tersebut.***