Poldasu Rekonstruksi Tragedi 3 Pebruari


Medan (Lapan Anam)
Zulhaidel Samosir, salah seorang tersangka kasus demo maut pendukung Provinsi Tapanuli (Protap), tidak sanggup memperagakan adegan pemukulan terhadap Ketua DPRDSU Drs H Abdul Azis Angkat MSP saat rekonstruksi digelar Poldasu di gedung dewan, Senin (23/2).

Tersangka yang dilayar televisi dan foto disiarkan media massa terlihat memukul kepala dan wajah Ketua DPRDSU saat demo maut itu, dalam rekonstruksi kemaren justru hanya bisa mengangkat tangannya.

Bahkan saat tangan kanannya dilepas dari borgol, Zulhaidel Samosir tidak memperagakan pemukulan itu. Dia hanya mengangkat tangan dengan meneriakkan yel-yel “Satu tekad satu tujuan”.

Demikian juga dalam adegan sebelumnya, ketika memperagakan pelemparan pintu kaca bagian belakang gedung paripurna DPRDSU dengan papan nama dewan, Zulhaidel Samosir nampak sangat kaku. Malah dalam pengawalan ketat, tersangka berupaya berkilah tidak berada dilokasi saat pelemparan terjadi.

Namun Polisi yang sudah memiliki bukti-bukti kuat termasuk foto diri tersangka dan para saksi, tidak mau terkecoh. Sehingga Zulhaidel Samosir tidak bisa mengelak untuk rekonstruksi. Sebelumnya, dalam gambar disiarkan televisi dan dimuat media cetak, Zulhaidel Samosir sangat khas dengan rambutnya yang agak botak.

Dalam rekonstruksi dipimpin langsung Direskrim Poldasu Kombes Pos Drs Wawan Irawan kemarin, 6 tersangka dari 15 tersangka yang dibawa ke gedung dewan, mendapat giliran merekonstruksi peran masing-masing dalam demo maut Protap menewaskan Ketua DPRDSU Drs H Abdul Azis Angkat MSP itu.

Dimulai dari ketika massa merangsek gedung dewan dengan penggembokan akses masuk dan keluar gedung, rapat rakyat, hingga pemukulan terhadap Ketua DPRDSU Abdul Azis Angkat dihalaman depan gedung, sebelum diselamatkan rekannya Azwir Sofyan (PAN) dan Hasnan Said (Golkar).

Dalam rekonstruksi itu, Azis Angkat diperankan pihak kepolisian. Titik-titik penting demo maut hingga menewaskan Ketua DPRDSU Abdul Azis Angkat, dalam rekonstruksi kemarin belum semuanya direkonstruksi.

Antara lain, bagaimana pendukung Protap menyelinap masuk ruangan VIP gedung paripurna DPRDSU dan menyeret Abdul Azis keluar, diramaikan massa hingga ke samping gedung Bank Mandiri, kemarin belum direkonstruksi. Maklum, dalam rekonstruksi kemarin baru 6 dari 67 tersangka yang mendapat giliran rekonstruksi.

Keenam tersangka yang merekonstruksi perannya di demo Protap kemarin yakni Zulhaidel Samosir, Juhal Siahaan, Burhanuddin Raja Gukguk, Hasudungan Butar-butar, Viktor Siahaan dan Parles Sianturi. Sedangkan 9 tersangka lainnya yang ikut dibawa kegedung dewan yakni masing-masing GM Chandra Panggabean, Datumira Simanjuntak, Tahan Manahan Panggabean , Gelmok Samosir , Erwin Lubis, Nurdin Pustaha Manurung, Jumongkas Huta Gaol, Marihot Pardede, Lisnan Simamora, Maikel TJ Sihite belum dapat giliran. Saat rekonstruksi kemarin, 9 tersangka ini hanya ikut menyaksikan jalannnya rekonstruksi.

Wartawan Dilarang

Rekonstruksi mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian itu, dinyatakan tertutup untuk wartawan. Bahkan Kasat Samapta Poltabes Medan, Kompol Dhafi, melarang wartawan agar tidak mendekati para tersangka yang melakukan rekonstruksi.

Pantauan dilokasi, sejumlah wartawan media cetak dan elektronik, sejak pagi sudah menunggu rekonstruksi tersebut. Namun baru dimulai sekitar pukul 14.55 WIB ditandai dengan masuknya dua mobil truk tahanan milik Poldasu.

Petugas Polisi yang ditanya wartawan menyebutkan, dari 15 tersangka kasus Protap itu, 7 tersangka diantaranya dibawa dari tahanan Poldasu dan 8 tersangka lainnya dari tahanan Poltabes Medan.

Saat mobil truk pembawa 15 tersangka kasus Protap itu tiba digedung dewan, para tersangka dengan kompak menyanyikan lagu “O Tana Batak”. Dari balik terali besi, para tersangka menyapa wartawan yang menyambut mereka dari luar pagar gedung.

Salah seorang tersangka Datumira Simanjuntak misalnya, malah sempat menyapa Wartawati Senior Hj Mardiana. Keduanya berdialog dengan bahasa Minangkabau, cerita tentang keadaan masing-masing. “Ambo sehat sajo Uni, iko resiko bajuang”, kata Datumira dari balik trail besi mobil tahanan.

Lain halnya tersangka Burhanuddin Rajagukguk, saat disapa wartawan malah lebih banyak terdiam dan menunduk. “Bagaimana kabar abang Burhan ?”, tanya wartawan. “ Badan sehat tapi pikiran melayang”, katanya lesu. Burhanuddin, Datumira, Chandra Panggabean nampak kurus setelah menjalani penahanan bersama 67 tersangka demo maut Protap yang kini ditahan di Poldasu dan Poltabes Medan.

Rekonstruksi berakhir sekitar pukul 16.55 WIB, para tersangka dimasukkan kembali ke mobil truk tahanan dalam keadaan tangan tetap diborgol. Saat mobil truk tahanan itu meninggalkan gedung dewan, dari dalam masih terdengar teriakan “Protap Harus tetap Terbentuk”.

Dalam foto yang dikutif dari situs DNA berita.com, nampak Zulhaidel Samosir salah seorang tersangka demo maut pendukung Protap menewaskan Ketua DPRDSU Drs H Abdul Azis Angkat MSP, dikawal sejumlah petugas dengan keadaan diborgol saat menjalani rekonstruksi atas sangkaan padanya.***