Ganti Kadishub Sumut

Medan, (Lapan Anam)
Pelantikan tahap kedua pejabat eselon II Pemprovsu santer beredar bakal segera dilakukan Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin, akhir bulan ini. Pelantikan ini untuk mengisi kekosongan sejumlah jabatan kepala dinas yang saat ini masih lowong.
Terkait itulah, Anggota DPRD Sumut, Isrok Anshari Siregar di gedung dewan, Kamis (26/2) meminta agar Gubsu jangan sampai lupa. untuk mengganti Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumut Naruddin Dalimunthe, karena kinerjanya sama sekali tidak ada menunjukkan peningkatan kualitas.

“Bahkan koreksi dewan diabaikan dan dianggap angin lalu. Padahal koreksi yang kita lakukan bukan asbun, karena sebelumnya kita sudah melakukan peninjauan ke lapangan baik secara resmi lewat Komisi C maupun melakukan investigasi dengan melibatkan sejumlah wartawan,” tutur politisi PDIP ini.

Menurut Isrok, andaikan saja Gubsu sampai ‘lupa’ mengganti Kadishub, maka wajar bila DPRD Sumut menganggap bahwa Gubsu ikut dalam ‘permainan’ yang dilakonkan Kadishub dan kroni-kroninya.

“Kita harapkan dengan digantinya Kadishub nanti, akan ada perbaikan terhadap masa depan pertransportasian di Sumut dan peningkatan pengawasan di Jalan Raya yang hancur lebur akibat kurangnya pengawasan,” kata Isrok.

Dia juga berharap kedepannya nanti, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disetorkan Dishub bisa lebih transparan dan lebih maksimal, dengan catatan Kadishub yang baru nanti jangan sampai mengulangi ‘penyakit’ yang selama ini ditunjukkan oleh Kadishub yang kini dijabat Naruddin.

Sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya, kinerja Dinas Perhubungan Sumatera Utara mendapat sorotan dari berbagai pihak, khususnya Komisi C DPRD Sumut. Pasalnya, petugas-petugas Dishub di lapangan terkesan ‘main mata’ dalam melakukan penertiban, khususnya di jembatan timbang.

Akibatnya bisa dipastikan bahwa kondisi jalan provinsi di Sumut hancur lebur karena dilalui truk-truk yang bermuatan melebihi tonase. Truk bertonase tinggi ini berdasarkan investigasi yang dilakukan Isrok, sengaja dibiarkan lepas oleh oknum petugas Dishub, karena mendapatkan imbalan.

Selain bobroknya mental petugas di jembatan timbang, Dishub juga dinilai bertanggungjawab terhadap kerusakan median jalan. “Karena itu kita berharap Gubsu jangan lupa merombak jabatan Kadishub,” ujar Isrok. ***