Monumen Abdul Azis Angkat

Medan, (Lapan Anam)
Ungkapan belasungkawa dan simpatik terus mengalir kepada almarhum Abdul Aziz Angkat, korban tewas dalam aksi anarkis di Gedung DPRD Sumut, Selasa (3/2) lalu. Kali ini dukungan kepada salah satu putera terbaik Pakpak tersebut datang dari kalangan masyarakat Pakpak sendiri.

Dalam pernyataan sikap secara tertulis, perwakilan masyarakat Pakpak yang dikomandoi Baharuddin Berutu itu meminta kepada Propinsi Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada almarhum. Menurut mereka,penghargaan yang tepat untuk Ketua DPRD Sumut itu adalah pembangunan monumen pahlawan.

"Sebab kami menilai, beliau (Aziz Angkat, red) gugur dalam mempertahankan demokrasi di daerahnya," kata Baharuddin ketika membacakan pernyataan sikap mereka di depan Komisi A DPRD Sumut, Jumat (6/2).

Selain itu, mereka juga menyatakan mengutuk keras tindakan anarkis dari masa pendukung Protap yang didominasi oleh mahasiswa salah satu universitas swasta 'S' di Medan. Untuk itu, katanya, terkait dengan dominasi mahasiswa universitas 'S', masyarakat Pakpak meminta Menteri Pendidikan Nasional mencabut izin operasional kampus tersebut, karena dinilai gagal membina dan mengendalikan mahasiswanya.

Kapoldasu, kata Baharuddin, didesak agar mengusut tuntas kasus pemukulan, pelemparan/perusakan/ penganiayaan terhadap Aziz Angkat. "Jangan tutupi perbuatan keji ini, segera diproses dengan terbuka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Baharuddin juga meminta masyarakat Sumatera Utara terutama warga Pakpak untuk tetap tenang, sabar dan istiqomah terhadap insiden yang menewaskan Aziz Angkat. "Kita minta warga Sumut khususnya masyarakat Pakpak untuk tetap tenang dan berpikir dengan kepala dingin terhadap masalah ini," ucapnya.***