PERTEMUAN NASIONAL LINTAS GENERASI

Medan (Lapan Anam)
Angkatan 66 Sumatera Utara menggelar kegiatan bertajuk Pertemuan Nasional Lintas Generasi yang dijadwalkan berlangsung di Medan, Sabtu (21/2).

Ketua Panitia 43 Tahun Tritura Angkatan 66, M Ridwan Matondang, di Medan, Kamis (19/2), menyebutkan kegiatan yang akan digelar sehari penuh di Hotel Madani Medan itu bakal dihadiri masyarakat dari lintas generasi, mulai dari Angkatan 45, Angkatan 66 hingga generasi penerus.

Tiga topik utama yang akan dibahas masing-masing "Indonesia Masa Depan Dalam Kebhinekaan" dengan pembicara Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dan Presidium KAMI, HS Dillon.

Kemudian topik "Tanggung Jawab Sejarah Pergerakan Indonesia" dengan pembicara sejarahwan Anhar Gonggong serta tokoh Angkatan 66 Akbar Tandjung dan Sofyan Wanandi. Sedangkan topik ketiga adalah

"Kemelut Pilkada/Demokrasi Indonesia" dengan pembicara mantan cagub Maluku Utara Abdul Ghafur, Bupati Madina Amru Daulay dan tokoh Angkatan 66 Burhanuddin Napitupulu.

"Pertemuan Nasional Lintas Generasi ini dijadwalkan dibuka Mensesneg M Hatta Rajasa didampingi Gubernur Sumut H syamsul Arifin," kata Matondang yang pada kesempatan itu didampingi sejumlah panitia lainnya seperti MD Siagian, R Ismet Rafly R, HB Bahib Aritonang, Nico Pulungan Noya, M Syafril Koto, Susi Saat Gurning dan Elita.

Peserta pertemuan itu sendiri adalah 120 pelajar dari 70 SLTA di Kota Medan, 60 mahasiswa, 60 caleg dari Angkatan 66 dan Generasi Muda ANgkatan 66 dari berbagai partai, 20 orang Angkatan 66 dari seluruh provinsi di tanah air, 28 Angkatan 66 dari kabupaten/kota se Sumut dan 80 Angkatan 66 di Kota Medan.

Matondang yang pada kesempatan itu juga didampingi mantan Ketua Penggerak Massa/Keamanan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) Sumut, H Zakirman, BA menyebutkan, pertemuan yang digelar sekaitan peringatan 43 tahun Tritura itu dilatarbelakangi kondisi generasi muda yang semakin kurang memperhatikan perkembangan di tanah air.

"Melalui pertemuan ini kita berharap bisa mentransformasikan kepada generasi muda apa yang dulu diperbuat generasi sebelumnya pada usia muda seperti mereka. Contohnya, kita dulu sukses memperjuangkan tiga tuntutan rakyat atau Tritura, yakni pembubaran PKI, pembubaran Kabinet 100 Menteri dan penurunan harga," ujarnya.

Angkatan 66, katanya, sangat mengkhawatirkan generasi muda yang dewasa ini semakin menjauh dari nilai-nilai falsafah Pancasila dan nilai-nilai kejuangan.

Dengan keikutsertaan mereka dalam pertemuan itu generasi muda diharapkan dapat menentukan sikap bagaimana keinginan mereka terhadap bangsa dan negara ini.

"Kita sebagai generasi tua berkewajiban mengarahkan mereka. Kalau kita salah, maka generasi muda justru akan semakin jauh dari nilai-nilai kejuangan dan nilai-nilai kebangsaan," katanya. (Rel)