Dipukuli Massa Pendukung Protap,Ketua DPRDSU Meninggal



Ketua DPRD Sumut Drs H Abduil Azis Angkat MSP meninggal dunia, setelah dikeroyok ribuan massa pendukung Provinsi Tapanuli (Protap) yang demo anarkis di gedung DPRDSU Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (03/02/09).

Azis Angkat sempat dilarikan ke RS Gleni Jalan Listrik Medan, karena jatuh pingsan dan lunglai saat berada di Fraksi Partai Golkar DPRDSU, setelah diselamatkan rekannya Azwir Sofyan dari amukan massa Protap. Azis sebelumnya telah diseret,ditunjang dan dipukuli, dilempari massa saat keluar dari pintu bekalang ruang paripurna.

Politisi Partai Golkar yang baru memegang jabatan ketua dewan setelah H Abdul Wahab Dalimunthe SH di PAW (Pengganti Antar Waktu) Kamis 27 November 2008 itu, meninggal pukul 13. 00 WIB. Wajahnya memear, bibirnya hitam.

“Pak Azis menghembuskan napas terakhir tepat pukul 13.00 WIB beberapa menit setelah tiba di Rumah Sakit”, kata staf di Sekretariat DPRD Sumut.

Massa Protap telah menjadikan Azis Angkat sebagai target. Ini terlihat mulai ketika massa pendukung Protap yang menerobos ruang rapat paripurna DPRD Sumut. Saat itu Azis Angkat baru saja memimpin paripurna istimewa tentang pelantikan PAW Akman Daulay menggantikan Fakhrijal Dalimunthe dari Partai Bulan Bintang (PBB).

Saat akan melanjutkan rapat paripurna tahap II, tentang Ranperda Penyertaan Modal Bank Sumut sekitar pukul 10.15 WIB, tiba-tiba massa pendukung Protap menerobos ruang paripurna.

Seluruh ruangan diduduki, termasuk kursi pimpinan dewan dan gelas yang ada diruangan berpecahan. Lebel nama anggota dewan yang terletak di meja, berserakan dilantai dan banyak yang hilang. Isi ruangan luluh lantak, meja-meja dijungkirbalikkan.

Massa masuk dengan membawa peti mati, sambil memanggil-manggil nama Abdul Azis.Dengan sigap massa mengambil alih mikrofon dan memaksa agar DPRD Sumut memparipurnakan dukungan pembentukan Protap. Namun karena suasana makin kacau dan massa makin brutal, Ketua DPRD Sumut Abdul Azis serta unsur pimpinan dewan termasuk Sekdaprovsu DR RE Nainggolan MM yang menghadiri paripurna itu, diamankan polisi ke ruang VIP di bagian belakang ruang rapat.

Melihat tindakan polisi itu, massa pun makin bringas dan menerobos ruang eksekutif, serta menyerbu Azis Angkat. Diantaranya adanya yang berupaya melakukan pemukulan dan yang lainnya menyoraki dengan suara keras.

Tidak tahu persis mengapa sasaran massa hanya Abdul Azis, padahal diruangan paripurna masih banyak anggota DPRD Sumut yang tidak dapat meninggalkan ruangan. Massa sepertinya menjadikan Abdul Azis sebagai sasaran kemarahan, karena dia saja yang menjadi bulan-bulanan.

Bahkan sekitar pukul 11.18 WIB Abdul Azis keluar gedung dewan dari pintu belakang. Kabarnya dia akan dievakuasi melalui pintu samping menuju gedung Bank Mandiri disebelah kiri gedung dewan, namun herannya hanya didampingi sekitar enam anggota Polisi.

Kontan saja begitu keluar pintu belakang, massa mengejarnya, mengepungnya. Azis dijepit dipintu besi saat akan turun kebawah dan polisi tak kuasa menghadang massa. Azis pun mulai diseret-seret massa, dilempari, dipukuli, ditendangi.Kasihan betul.

Tragisnya ketika Abdul Azis tiba disamping gedung Bank Mandiri, pintu darurat yang seharusnya bisa untuk tempat meloloskan diri malah tidak bisa dibuka. Akibatnya, kondisinya makin terjepit, Azis terus diserang massa yang makin bringas, makin banyak.

Drama pengepungan terus terjadi, hingga akhirnya Abdul Azis tiba di depan gedung persis depan Fraksi PAN. Lalu salah seorang anggota Fraksi PAN DPRDSU H Azwir Sofyan muncul dan melompat untuk membantu Azis yang mulai lemas dihajar massa. Koleganya yang berbadan tinggi itu, sekuat tenaga bersama Hasnan Said yang sudah mendampingi Azis sejak awal membawa Ketua DPRDSU itu kembali kedalam gedung.

Rencananya, akan dimasukkan ke ruang ketua, tapi karena ruangan Ketua Dewan juga sudah diduduki massa, akhirnya Abdul Azis dimasukkan ke ruang Fraksi Partai Golkar.

Massa yang sudah bringas tidak habis akal, mereka mematikan lampu listrik dan memecahkan jendela kaca Fraksi Partai Golkar dari arah samping. Satu persatu massa berupaya masuk ruang fraksi menyerbu Abdul Azis, hingga pingsan terkulai.

Tidak kurang dari 1 jam Azis diruang Fraksi Golkar, dan bantuan Polisi tidak datang juga. Malah massa terus menunggunya di luar depan, sambil berteriak : Azis Harus Mati. "Tak Usahpun Protap Jadi Asal Azis Mati". Teriakan itu menyeramkan.Massa itu bringas. Mereka memakai jaket kuning, sebagian baju biasa.

Berselang kemudian, dengan bantuan staf dewan dan sekurity dewan, Abdul Azis digotong dari ruang fraksi menuju mobil truk milik Brimob. Ternyata didalam fraksi, Azis jatuh pingsan dan terus diserbu massa.

Dibawah serbuan massa dan hujan batu, mobil truk itu berhasil keluar gedung dewan dan melarikan Abdul Azis ke RS Gleni Jalan Listrik Medan.Namun setelah mendapat pertolongan tim dokter, jiwa Abdul Azis tidak dapat diselematkan. Innalillahi wainna ilaihi raji’un.

Begitu kabar Azis meninggal sampai ke gedung dewan, masih ada massa yang bilang : "Pura-pura dia itu". Namun massa berjeket kuning, nampak bergegas memasukkan jeket masing-masing kedalam tas lalu tancap gas entah kemana.

Sekelompok ibu-ibu yang memakai jilbab sebelumnya mengaku Batak Muslim dari Deli Serdang pendukung Protap, malah bingung tak ketulungan setelah ditinggal massa. Mereka bingung mau naik apa pulang kerumah, sebab kordinator masing-masing sudah melarikan diri setelah tahu Azis Angkat tewas.***