Walikota Akui Drainase Kota Medan Buruk

Medan (Lapan Anam)
Pejabat Walikota Medan H. Afifuddin Lubis mengakui drainase di
kotanya buruk dana menjadi salah satu penyebab daerah itu sering dilanda banjir dan
jalan-jalan kota cepat rusak.

Pengakuan itu disampaikannya ketika menjawab pertanyaan anggota Tim I DPRD Sumatera Utara dari daerah pemilihan Kota Medan yang melakukan kunjungan kerja ke Balaikota Medan, Jumat.
Tim I DPRD Sumut diketuai H. Mutawalli Ginting dengan wakil ketua H. Yulizar P.
Lubis dan sekretaris A. Syofyan, serta anggota antara lain Sigit Pramono Asri, H.
Raden Muhammad Syafii, N. Ahmad, H. Ibrahim Sakty Batubara, Y. Purba, T. Sianturi,
John Eron Lumbangaol, MH Harahap, H. Arifin Nainggolan dan W. Nasution.
Pada kesempatan itu T. Sianturi mempertanyakan persoalan banjir yang dari waktu ke
waktu selalu tidak tertangani di Kota Medan , apalagi ketika musim hujan tiba.
Sementara Eron Lumbangaol meminta Pemko Medan menyiapkan konsep yang tepat untuk membangun ibukota provinsi itu.
"Kami akan bantu, khususnya untuk jalan rusak dan drainase. Mana mungkin Medan bisa
jadi kota metropolitan jika kodisi jalan dan drainasenya compang-camping," katanya.
Menanggapi pernyataan anggota dewan itu, Afifuddin Lubis, menyebutkan, tiga masalah
utama yang dewasa ini dihadapi Kota Medan adalah jalan rusak, drainase yang tidak
berfungsi serta masalah sampah yag tidak tertangani dengan baik.
Pemko Medan, katanya, telah menyiapkan anggaran sebesar Rp49,3 miliar dalam APBD
Kota Medan 2008 untuk perbaikan 58 kilometer jalan rusak di 149 lokasi.
Kemudian juga telah disiapkan anggaran sebesar Rp8,6 miliar untuk perbaikan jalan
lingkungan di 46 lokasi, Rp6,2 miliar untuk perbaikan drainase dan Rp2 miliar untuk
rehabilitas trotoar.
"Kita juga menyiapkan anggaran sebesar Rp9,1 miliar untuk pemeliharaan jalan di 21
kecamatan termasuk untuk perbaikan gorong-gorong sebesar Rp4,9 miliar," ujarnya.
Selain itu, Pemko Medan juga telah membeli 29 unit truk pengangkut sampah, meski
kebutuhan sesungguhnya minimal 63 unit. (ms)