GUBSU OPTIMIS PERBAIKAN JALAN SELESAI DESEMBER 2008

Medan (Lapan Anam)
Gubernur Sumatera Utara H. Syamsul Arifin mengaku oprimis proyek perbaikan jalan rusak di daerahnya bisa selesai menjelang tutup tahun 2008.

"Pekerjaan yang saat ini masih berlangsung diharapkan selesai akhir Desember nanti," katanya ketika menyampaikan Rancangan Perubahan APBD (RP-APBD) mut 2008 pada rapat paripurna DPRD Sumut di Medan, Jumat (14/11).

Hal itu disampaikan gubernur menjawab pertanyaan anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar H.Sukran J. Tanjung ketika menyampaikan pemandangan umum fraksinya pada rapat paripurna Rabu,(12/11) lalu.

Sebelumnya, pada kesempatan terpisah Pelaksana tugas Kepala Dinas Jalan dan Jembatan (JJ) Sumut, Naek Hutagalung, mengungkapkan, sepanjang 365,24 kilometer jalan provinsi di Sumut dalam kondisi rusak dari total 2.752,41 kilometer jalan provinsi di daerah itu.

Sementara permasalahan yang dihadapi diantaranya terkait kenaikan harga material mulai dari aspal, BBM dan material lain yang sangat mempengaruhi pelaksanaan fisik proyek.

Akibatnya, kontraktor atau penyedia jasa terlambat memulai pekerjaan karena menunggu penyesuaian harga dari pemerintah, sementara Mendagri tidak mengizinkan penyesuaian harga terhadap kegiatan yang telah dilelang sebelum kenaikan harga BBM pada Mei 2008.

Naek Hutagalung juga menyebutkan bahwa realisasi proyek perbaikan jalan dan jembatan di daerah itu sampai 30 Oktober 2008 baru mencapai 48 persen dari sisi fisik dan 31,20 persen dari sisi keuangan.

Gubernur menegaskan pelaksanaan pekerjaan tahun anggaran 2008 diharapkan tetap dapat selesai Desember nanti. Pengendalian mutu juga telah dioptimalkan melalui pengujian material yang akan digunakan, termasuk terhadap hasil pekerjaan yang akan dibayarkan.

"Pengujian dilakukan oleh Balai Pengujian dan Pengendalian Mutu yang ada di Dinas Jalan dan Jembatan yang telah mendapat sertifikasi ISO 9001," jelasnya.

Syamsul mengakui kenaikan harga BBM pada Mei lalu menyebabkan kontraktor mendapat kesulitan melaksanakan pekerjaan. Di sisi lain, penyesuaian harga tidak dapat dilakukan untuk kegiatan yang sudah ditandatangani kontraknya sebelum kenaikan harga BBM.

"Tapi kita berharap pekerjaan tetap bisa selesai Desember nanti. Kontraktor yang tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dipastikan akan dikenai sanksi sesuai ketentuan kontrak," katanya. (ms)