Amrun Daulay MM:


ORANG SUMUT
HARUS KUAT DI SENAYAN


Medan, (Lapan Anam)
Sekdaprovsu priode 1997-2002, Amrun Daulay MM mengatakan, orang Sumatera Utara (Sumut) harus kuat di DPR RI agar mudah "menggolkan" kepentingan daerah. Politisi Sumut yang berkantor di Senayan Jakarta itu, juga harus kompak memperjuangkan kepentingan pembangunan Sumut.

“Politisi Senayan asal Sumut perlu menghidupkan kembali semangat MHB (Marsipature hutana Be) dalam arti positif. Dengan demikian akan membantu meringankan beban pemerintah daerah”, katanya di Medan, Selasa (25/11).

Kata dia, masalah pembangunan Sumut tidak bisa diatasi hanya mengandalkan kemampuan Pemprovsu, tapi juga lewat perjuangan menggedor pemerintah pusat untuk memberi forsi lebih besar bagi Sumut. Karenanya, anggota legislatif di tingkat pusat harus ikut berjuang keras lewat kewenangan yang dimilikinya.

“Para anggota DPR RI asal Sumut, harus berperan aktif memperjuangkan kepentingan daerah agar Sumut tidak lagi menjadi prioritas terakhir seperti yang selama ini terjadi”, katanya.

Atas dasar itu, Amrun Daulay yang mantan Dirjen Bantuan dan Jaminan Sosial Depsos,menilai sudah saatnya Sumatera Utara kembali membangkitkan semangat MHB dalam arti positif.

"Semangat MHB perlu dibangkitkan kembali lewat kaukus anggota DPR RI asal Sumut untuk membantu segala kepentingan Sumut," ujar calon anggota legislatif Partai Demokrat untuk DPR RI dari daerah pemilihan Sumut 2 itu.

Gerakan MHB yang pernah digagas mantan Gubernur Sumut, Raja Inal Siregar (alm) itu sangat baik dan patut dibangkitkan lagi secara positif, karena kampung halaman juga merupakan bagian dari tanah air.

Ditaya soal alasan memilih Partai Demokrat sebagai "kendaraan" untuk maju pada Pemilu mendatang, karena Partai Demokrat merupakan salah satu partai yang memberi peluang besar bagi para tokoh masyarakat termasuk dari kalangan mantan pejabat eksekutif untuk maju menjadi caleg.

Partai Demokrat juga menerapkan kebijakan suara terbanyak dalam menentukan caleg terpilih, dan itu sangat positif bagi iklim persaingan di internal partai. Dengan kebijakan suara terbanyak semua caleg memiliki peluang yang sama untuk terpilih. (ms)