Marindal Mulai Rawan Rampok


Medan (Lapan Anam)
Desa Marindal Satu,Kecamatan patumbak,Kabupaten Deli Serdang, mulai rawan aksi perampokan. Kasus terakhir, seorang anggota Provost Unit Pelayanan Pengaduan Penegakan Disiplin (P3D) Poltabes MS, Aiptu Suharto, Kamis, (13/11/08) pagi sekitar pukul 06.00 Wib menjadi korban.

Dia kritis bersimbah darah dibacok sekawanan perampok bersenjata yang mengaku anggota polisi, di kawasan Proyek Kanal Titi Kuning kawasan Medan Johor. Saat itu, dia akan berangkat tugas ke Poltabes. Dalam foto yang di refro dari Pos Metro Medan, nampak kondisi korban sangat memprihatinkan karena luka bacok.

Selain mengalami luka bacok dikepala dan jari tangan, senjata api yanga ada sama Aiptu Suharto juga raib. Diduga dibawa kabur para kawanan bandit yang mengendarai mobil Panther warna Silver dua sepeda motor.

Akibat kejadian yang berdarah itu korban dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Sejati di Jalan Abdul Haris Nasution, dan akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Brimob Poldasu di Jalan KH Wahid Hasyim, untuk pengobatan.

Versi kepolisian menyebutkan, saat itu korban dengan mengenakan pakaian seragam lengkap dari rumahnya di Desa Marendal I berangkat ke Mapoltabes MS, dengan mengendarai sepeda motor.

Ketika melintasi di kawasan proyek kanal Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor. Persis di tempat kejadian peristiwa (TKP) korban melihat dua penumpang ditodong tiga pelaku bersenjata.

Melihat kejadian tersebut, sebagai hamba penegak hukum korban langsung respek dan mendekati lokasi kejadian. Ketika ditanya korban, satu dari para pelaku sempat mengaku anggota polisi sambil menunjukan kartu tanda anggota (KTA) dari Polres Langkat (belum diketahui asli atau palsu). Seketika itu korban diserang para pelaku.dengan membabi buta.

Melihat gelagat kurang baik itu, korban mencoba memberikan perlawanan dan terjadi pergumulan antara korban dan para pelaku. Saat saling serang itulah salah seorang pelaku berlari ke arah sepeda motornya yang parkir tidak jauh dari lokasi kejadian.

Sejurus kemudian pelaku mencabut sebilah senjata tajam (sajam) jenis golok. Tanpa pikir panjang, pelaku mengajunkan ke arah kepala dan jari tangan sehingga korban luka kritis. Karena mengalami pendarahan, korban terkapar bersimbah darah, tak ayal para pelaku langsung kabur.

Korban sendiri ditolong dua penumpang beca tadi yang diketahui pasangan suami istri (Karsiman dan Kasiah) dan tukang beca bernama Fauzi yang melintas setelah dan sesudah kejadian dan membawa korban ke Rumah Sakit Mitra Sejati.

Dari cacatan wartawan, aksi rampok dalam beberapa bulan terakhir sering terjadi di marindal Satu. Demikian juga pencuri nekad memasuki rumah penduduk yang kebetulan ditinggal penghuninya. Barang yang mereka incar antara lain HP, sepeda motor dan uang.

Perampok sering beraksi pada subuh, karena warga yang berprofesi sebagai pedagang biasanya berangkat pagi buta membawa uang untuk belanja. Mereka nekad mengancam dengan senjata tajam dan senjata api.

Banyak menduka, aksi rampok dan pencurian marak, karena sejumlah warung remang-remang dengan bertamengkan sebagai cafe, menjamur didesa itu. Anak-naka muda pengangguran, diduga perlu biaya untuk mabuk-mabukan hura-hura, sedangkan pekerjaan tidak ada. Polisi juga dirasakan kurang berbuat maksimal,hanya bertindak jika dilapor warga.(ms)