RS Adam Malik Jangan Over Acting

Medan (Lapan Anam)
Para petugas medis di Rumah Sakit Adam Malik Medan diminta untuk tidak terlalu over acting dalam menjalankan tugasnya melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).

”Jangan terlalu over actinglah dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat peserta Jamkesmas. Sebab biaya perobatan mereka sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” kata anggota DPRD Sumut, Tosim Gurning, di Medan, Jumat (13/3).

Tosim mengemukakan hal itu sehubungan adanya sikap seorang dokter di rumah sakit milik Pemprovsu itu, dr Azwan, yang mengaku akan menanggung biaya perobatan pasien peserta Jamkesmas asal Kabupaten Deliserdang, Hariani (30), terkait pengadaan alat pendeteksi kadar darah (CD-4) senilai Rp800 ribu yang sebelumnya dibebankan kepada pasien.

”Saya pikir sikap dia (dokter tersebut-red) itu sudah berlebihan. Bahkan saya nilai sudah sok pahlawan seolah dia telah berjasa dalam meringankan beban biaya perobatan pasien. Padahal kan pemerintah tidak memungut biaya bagi pasien peserta Jamkesmas yang akan berobat,” ujar Sekretaris Fraksi PBR DPRD Sumut.

Menurut Tosim, dokter itu seharusnya memberikan hak-hak pasien sebagai peserta Jamkesmas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dan bukan malah harus membayar pembelian alat CD-4. Sebab biaya perobatan sudah ditanggung dalam APBN.

Dalam UUD 1945 sendiri, sebut Tosim, di sana disebutkan pemerintah menjamin hak-hak orang miskin untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

“Jadi tidak layak rasanya para petugas medis mempermainkan orang miskin. Dan itu juga melanggar sumpah seorang dokter,” katanya.

Tosim mengatakan dirinya akan membawa kasus itu pada rapat Panitia Anggaran DPRD Sumut jika petugas medis di RS Adam Malik Medan masih terus melakukan hal itu dalam melayani pasien miskin atau pasien peserta Jamkesmas.

”Sebagai anggota Panitia Anggaran DPRD Sumut saya akan membuat rekomendasi untuk tidak memberikan bantuan operasional kepada RS Adam Malik yang selama ini juga ditampung dalam APBD Sumut jika kasus 'pelecehan' kepada peserta Jamkesmas terulang kembali. Atau bantuan dari Depkes sebaiknya dievaluasi,” kata dia.

Terkait sistem pelayanan di RS Adam Malik kepada pasien peserta Jamkesmas, Tosim mengaku kalau dirinya sudah mengantongi sejumlah bukti.

“Masyarakat banyak yang mengadu ke saya. Begitu pun saya minta kasus serupa jangan terulang lagi,” demikian Tosim.***