Prof.Dr.Sri Edi Swasono :


INDONESIA BELUM PENUHI KRITERIA NEGARA MAJU
Medan (Lapan Anam)
Guru Besar Universitas Indonesia Prof.Dr.Sri Edi Swasono mengatakan, Indonesia belum memenuhi kriteria sebagai negara maju.

“Malah bangsa kita masih mirip bangsa kuli. Sikap kita masih seperti anak jajahan saja, minder, tidak kreatif”, katanya dalam perbincangan dengan wartawan di Hotel Tiara Medan, Sabtu malam (28/3).

Didampingi Brigjen TNI (Purn) TH Sinambela SIP yang juga caleg PKP Indonesia untuk DPR RI nomor urut 1 dari dapil Sumut III dan H Edi Syahputra Taher Caleg untuk DPRD Sumut, dia mengatakan kebijakan politik dan kebijakan ekonomi bangsa kita juga belum mengarah kemandirian sebagai satu ciri negara maju.

Edi Swasono prihatin dengan kondisi indonesia yang tidak mampu menyediakan lapangan kerja bagi rakyatnya, sehingga masih tetap sebagai pengeksport tenaga kerja wanita (TKW).

Sementara Afrika, Pakistan dan negara berkembang lainnya sudah mulai menghentikan ekspor TKW. Malah negara India sudah tidak mengekspor TKW, kecuali yang sudah berusia 45 tahun ke atas.

“Bangsa kita malah menjadi eksportir TKW terbesar dikawasan asia. Malah TKW kita diperlakukan tidak manusiawi di luar negeri, seperti disiksa oleh majikan, dituduh nyolong dan diperkosa”, ujarnya.

Ketua Dewan Pakar PKPI ini melontarkan konsep pembangunan kerakyatan untuk mengangkat harkat masyarakat miskin di tanah air. Dia tidak setuju jika masih ada pejabat yang berani menggusur orang miskin, tapi tidak mampu menggusur kemiskinan itu sendiri.

Kebijakan ekonomi Indonesia, kata dia, sudah harus dikembalikan kepada pemberdayaan rakyat. Dalam konsep kerakyatan yang menjadi agenda partainya, kemiskinan harus diusir, tetapi orang miskin jangan diusir.

Dalam konsep kerakyat yang ingin dikembangkan, program penyediaan lapangan kerja, pemberdayaan perempuan merupakan prioritas yang harus menjadi perhatian.
“Mari menjadi tuan di negeri sendiri, jangan menjadi jongos globalisasi” katanya.***

Foto diambil dari sini