Artikel Shohibul Anshor Siregar

MUNDURNYA BAHDIN NUR TANJUNG DARI PENCALONAN DPD
DAN TERDONGKRAKNYA POSISI RADESNIR

Penjelasan yang dimuat oleh beberapa media massa lokal tentang pengunduran diri Bahdin Nur Tanjung, Rektor UMSU, dari pencalonan DPD pada pemilu 2009 pada intinya menjelaskan bahwa hal itu adalah semacam ultimatum dari PP Muhammadiyah.

Alasannya, perangkapan jabatan politik dan jabatan dalam organisasi Muhammadiyah sifatnya terlarang menurut qaedah.

Hal yang amat janggal dalam penjelasan itu ialah, bahwa qaedah yang dimaksud adalah qaedah lama yang mestinya sudah menutup pintu bagi Bahdin Nur Tanjung sebagai Rektor untuk terlibat dalam kegiatan politik. Padahal Bahdin Nur Tanjung adalah seorang pengurus inti DPD Tingkat I Golkar Sumatera Utara sebelum akhirnya mundur karena alasan tertentu. Aktivitasnya yang begitu besar dalam mengembangkan sebuah partai baru yang diklaim sebagai partai orang-orang Muhammadiyah juga tidak mengindahkan qaedah. Jika benar qaedah yang menjadi dasar pertimbangan, maka sesungguhnya sejak awal Bahdin Nur Tanjung tidak boleh mendaftar sebagai calon anggota DPD.
Misteri di balik mundurnya Bahdin Nur Tanjung dari pencalonan DPD itu mengundang spekulasi yang liar di tengah-tengah konstituen Muhammadiyah yang untuk beberapa saat sebelumnya secara resmi sudah dinyatakan sebagai calon dukungan Muhammadiyah. Satu-satunya spekulasi yang tampaknya paling masuk akal ialah kekhawatiran Bahdin Nur Tanjung atas elektibilitasnya dalam pemilu 2009.

Saat ini para analis secara umum mengakui bahwa untuk jatah kursi DPD dari Sumatera Utara hanya tinggal menunggu jatah kursi ketiga dan keempat berhubungan 2 (dua) figur kuat sudah leading terdepan: Rudolf Matzuoka Pardede dan Parlindungan Purba. Kursi ketiga dan keempat amat mungkin diraih oleh Yopie Sangkot Batubara atau Robert Valentino Tarigan.

Ada nama lain seperti Rahmat Shah dan Radesnir. Khusus mengenai Radesnir otomatis akan menjadi calon dukungan Muhammadiyah. Konsolidasi yang mau tidak mau menjadi salah satu tugas internal Bahdin Nur Tanjung menjadi faktor penguat basis dukungan bagi Radesnir. Tergantung kepada konsolidasi dalam 10 hari terakhir, Radesnir yang bernomor urut 23 ini (nomor yang sama dengan Partai Golkar) bisa menduduki ranking ketiga dalam perolehan suara DPD dari Sumatera Utara.

[Shohibul Anshor Siregar, Koordinator Umum ‘nBASIS]