Bank Penyalur KUR Jangan Hanya Kejar Target

Medan (Lapan Anam)
Ketua Komisi C DPRD Sumut Drs H Yulijar Parlagutan Lubis meminta bank-bank milik pemerintah yang dipercaya menyalurkan dana kredit usaha rakyat (KUR), tidak hanya mengejar target penyelesaian penyaluran dana KUR.

“Bank penyalur KUR seharusnya juga melakukan pembinaan kepada para pengusaha mikro yang menerima dana KUR tersebut”, katanya ketika memimpin rapat dengar pendapat (RDP) dengan pimpinan dan utusan empat bank penyalur dana KUR cabang Medan, Senin (2/3).

Dari pihak bank hadir anatar lain Kanwil BRI Medan Albert Rajagukguk, Deputy BNI Sumut-NAD Muhamad Aidil Panjaitan, dan Deputy Branch Manager BTN Sumut Zulfan, serta utusan Kanwil Bank Mandiri, Umar. Sedangkan dari Komisi C DPRD Sumut selain Yulijar Parlagutan Lubis hadir juga Andjar Amry (Sekretaris), dan anggota masing-masing Rafriandi Nasution, Hidayatulah, Hanafiah Harahap, Amas Muda Siregar, Ir Bustinursyah Uca Sinulingga.

Albert Rajagukguk dari BRI menyebutkan jika turun ke berbagai kabupaten/kota untuk penyaluran dana KUR, mereka sering menemui fakta kalau masyarakat dan Pemda setempat justru tidak tahu apa itu dana KUR.

Bahkan ada pemda yang khawatir kalau dana KUR nanti hanya merepotkan mereka. Padahal, sangat mudah untuk mendapatkan dana KUR bagi pengusaha mikro.

"Cukup butuh SKU (Surat Keterangan Usaha) dari Lurah untuk pinjaman di bawah Rp 100 juta, dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) untuk pinjaman di atas Rp 100 juta," ujar Rajagukguk.

Namun hal itupun tidak juga gampang diwujudkan, sebab dari pengalaman mereka melayani pengusaha mikro, ternyata untuk mendapatkan SKU Lurah tidak gampang. Masih tetap membutuhkan dana yang memberatkan pengusaha mikro.

Rajagukguk meminta perhatian dewan akan situasi ini. Pasalnya, pengusaha mikro atau UMKM -walau cenderung tidak bankable- namun sangat feasible.

Sementara Yulijar Parlagutan Lubis menyebutkan, program KUR baik namun tetap membutuhkan pengorbanan kalangan perbankan penyalur KUR.

"Kan bank-bank pnuya dana corporate social responsibilty (CSR). Dana itu saya pikir bisa digunakan untuk membina para pengusaha mikro agar menjadi lebih terampil lagi dalam menjalankan usaha yang berbasis pada dana KUR. Dengan sendirinya tentu program dana KUR dengan sendirinya," ujar Lubis.

Amas Muda Siregar malah khawatir kalau pihak bank tidak bangga dalam menyalurkan dana KUR. Hal itu didasarkan fakta reaksi positif kalangan bank yang senang dengan adanya partispiasi Bank Sumut yang dikenal memiliki jaringan luas di Sumut, dalam menyalurkan dana KUR itu.

"Sebab kalau memang bangga, buat apa mengikutkan Bank Sumut dalam menyalurkan dana KUR ini," ujarnya.***