Ridhuan Koto,Jadi Caleg Berkat Warga


BERPENAMPILAN sederhana,murah senyum dan menyapa lembut jika bertemu sahabat atau kerabat. Dia adalah Mohammad Ridhuan Koto, Caleg DPRD Medan dari Partai Golkar Nomor Urut 8 Daerah Pemilihan (Dapil) Medan III meliputi Medan Barat, Medan Petisah dan Medan Helvetia.

Sepintas tidak ada kesan glamour jika setiap orang bertemu dengan dia. Layaknya sebagai warga biasa, dia biasa berbaur dengan lapisan masyarat tanpa sungkan.Minum kopi diwarung pinggir jalan, duduk bersila diposko Siskamling, bahkan ngobrol bebas dengan abang-abang beca yang tengah istirahat diwarung kopi.

“Walau menjadi Caleg, saya tetap bersama mereka. Pencalonan saya menjadi Caleg DPRD Medan dari Partai Golkar nomor urut 8, juga berkat dorongan warga”, kata Mohammad Ridhuan Koto ketika bertemu di warung kopi Jalan Tembakau Deli, Sabtu sore (31/1).

Pria kelahiran kota Medan 21 Januari 1965 ini, sehari-hari lebih dikenal sebagai aktivis pemuda. Karenanya, dia akrab dengan banyak kalangan dan banyak bergaul dengan lapisan masyarakat bawah. Kebiasaan bergaul dengan masyarakat bawah tersebut, terus berlanjut walau kini dia sudah berstatus Caleg.

“Mereka mengamanahkan saya untuk ikut menjadi Caleg, insyah Allah jika harapan ini terujud amanah ini akan saya laksanakan dengan baik. Saya selalu berdoa, agar kehadiran saya dapat bermanfaat bagi semua orang”, katanya.

Bagi masyarakat bawah di Kecamatan Medan Barat, Medan Petisah dan Medan Helvetia, sosok Ridhuan Koto memang sudah taka asing lagi. Kepeduliannya kepada nasib kaum lemah, juga sudah tidak diragukan. Maklum hampir semua perjalanan hidupnya, selalu bersentuhan dengan masyarakat dilapis bawah. Maka dikalangan abang-abang penarik beca, pedagang kecil dan warga biasa, nama Ridhuan Koto sudah sangat akrab.

Berkat pergaulannya yang cukup luas dengan masyarakat, Ridhuan Koto yang juga keponakan dari Ketua GM FKPPI Sumut H Nazaruddin Sihombing ini tidak sulit mensosialisasikan diri kepada masyarakat. Ketika alat praga berupa gambar dan poster tentang dia dipampamkan, warga menyambutnya dengan sangat simpatik.

“Saya bersyukur mendapat dukungan cukup simpatik dari warga daerah pemilihan III Kota Medan. Dukungan itu menjadi modal sangat kuat bagi saya untuk terus berjuang menuju lembaga legislatif DPRD Medan”, katanya.

Bagi Ridhuan Koto, masyarakat adalah lapangan pengabdian dan tempat belajar yang sangat sempurna. Karenanya, sejak awal dia sudah menyibukkan dirinya dalam berbagai kegiatan organisasi. Dan sebelum menjadi Sekretaris KNPI Kota Medan priode 2005-2009, dia juga tercatat sebagai aktivis berbagai organisasi kepemudaan (OKP).

Pria yang mengaku sebagai Wiraswasta itu, tercatat sebagai Bendahara Pemuda Pancasila Medan Barat priode 1994-2002, Wakil Ketua Pemuda Muslimin Indonesia Medan priode 2000-2005,Wakil Sekretaris AMPI Medan priode 2005-2009, dan bahkan adalah Pengurus Karang Taruna Kota Medan priode 2005-2011

Wakil Ketua GM FKPPI Medan, Ali Nazar Sihombing memiliki penilaian tersendiri kepada Ridhuan Koto. Kata dia, Ridhuan Koto adalah pemuda enerjik yang bervisi pembangunan dan merakyat. Karenanya, selain mendukung sepenuhnya pencalonan Ridhuan Kota menjadi anggota DPRD Medan, pihaknya ikut mensosialisasikannya ditengah-tengah masyarakat.

“Ridhuan Koto adalah sosok pemuda yang dekat dengan rakyat dan mengerti masalah rakyat. Dia layak didukung dan dipilih pada Pemilu 2009 untuk duduk di DPRD Medan”, kata Ali Nazar Sihombing.

Masyarakat Medan Barat, kata Sihombing, menaruh harapan besar kepada Ridhuan Koto untuk tetap pada komitmennya untuk memberdayakan masyarakat. Dan masyarakat di Dapil III Medan, berdoa dan berjuang untuk memenangkan Ridhuan Koto pada Pemilu legislatif 9 April 2009. (Mayjen Simanungkalit)