Sumut Butuh Rp20 M Untuk Listrik Desa


Medan (Lapan Anam)
GM PT PLN Wilayah Sumut Manerep Pasaribu menyebutkan, tahun 2009 Sumut membutuhkan pagu anggaran Rp20.728.227.000 untuk program listrik masuk desa (Lisdes).

“Dana sebesar itu diperlukan guna melanjutkan program tahun 2008 yang direalisasikan unit cabang Binjai, Sibolga dan Padangsidimpuan”, kata Manerep didampingi GM Kitsu Misbahul Munir dan mewakili GM Pikitring SUAR Bintatar Hutabarat dalam rapat dengat pendapat dengan Komisi D DPRDSU di gedung dewan, Rabu (14/1).

Dalam rapat dipimpin ketua komisi Sobam Bu’ulolo itu terungkap, masalah kelistrikan di Sumut masih pelik. Selain terbatasnya daya mampu, juga belum jelasnya realisasi pembangunan pembangkitan baru guna memenuhi kebutuhan listrik yang makin tinggi.

Manerep Pasaribu merinci kondisi kelistrikan saat ini di Sumut, termasuk terjadinya defisit sebesar defisit 185 mw. Karena beban puncak pemakaian arus listrik tertinggi diperkirakan 1,230 mw, sementara daya mampu hanya 1.045 mw.

Disebutkan, realisasi penanggulangan krisis listrik Sumbagut tahun 2008 diatasi dengan adanya tambahan pasokan 464 mw dari tyim task force PLTG di Paya Pasir, Glugur, PLN Kitsu Beli energi PLTD, perbaikan PLTGU ST 20, beli energi PLTD di Belawan, PLN Wilayah Sumut kegiatan PLTP Sibayak unit 1 dan 2 panas bumi di Brastagi, PT Inalum energi air di Kuala Tanjung dan kegiatan PLN Pikitring SUAR pengoperasionalkan PLTU Labuhan Angin unit 1 energi batubara di Sibolga.

Manerep juga mengungkapkan beberapa kendala yang dihadapi, diantaranya tingkat penggunaan listrik secara illegal atau pencurian arus masih cukup tinggi. Akibatnya mengganggu trafo distribusi. Demikian juga keterbatasan daya mampu pembangkit system Sumbagut, sehingga jika salah satu mesin terganggu akan menambah defisit dan menyebabkan pelanggan umum padam.

“Pertumbuhan demand sangat pesat terutama peralihan dari captive power sementara himbauan hemat listrik belum difrespon dengan baik”, katanya.

Terkait itu, kata Manerep Pasaribu, pihaknya melakukan strategi untuk 2009 terutama dalam meminimalisasi pemadaman dengan memaksimalkan pemeliharaan jaringan. Mengoptimalkan pembangkit yang ada, mendorong percepatan penyelesaian pembangkit baru.

Strategi meningkatkan efisiensi dengan menekan susut, penertiban pemakaian listrik illegal, mengupayakan penyerapan energi terbarukan, serta meningkatkan pelayanan online payment point dan membangun call centre.

Dalam dengar pendapat tersebut, selain dihadiri ketua Komisi D DPRDSU, Sekretaris komisi Ir H Sujarwono, juga anggota komisi Asyirwan Yunus, H Marzuki, Mutawalli Ginting, Ir Yantoni Purba MM dan Zulkarnain ST.

Diakhir rapat itu, Sekretaris Komisi D Sujarwono menyimpulkan perlu segera dibuat Perda mengatasi masalah pencurian arus listrik yang masih tinggi. Meminta PLN wilayah Sumut segera menyampaikan ranperdanya ke DPRD Sumut, dan segera mensosialisasikan tentang bahaya pencurian arus listrik.

Terkait penambahan pasokan listrik, Komisi D DPRDSU juga merekomendasikan untuk mendesak Gubsu segera mengeluarkan izin prinsip pembangunan PLTA Asahan III. (ms)