Konplik Palestina Jangan Jadi Kampanye Parpol

Medan, (Lapan Anam)
Anggota DPRDSU dari Partai Golkar, H Syukran J Tanjung mengimbau, para elit parpol di Indonesia hendaknya jangan berkampanye bertujuan membesarkan partai dibalik penderitaan rakyat Palestina.

“Jangan alihkan penderitaan rakyat Palestina semata-mata bertjuan untuk membesarkan partainya, agar dianggap masyarakat sebagai pejuang dan pembela kebenaran khususnya agama Islam,” kata Syukran J Tanjung kepada wartawan di gedung dewan, Selasa.

Dia mengemukakan itu menanggapi, jelang pemilu 2009 yang semakin dekat banyak parpol berkampanye dengan cara melakukan demo di atas penderitaan rakyat Palestina. Sementara buah dari aksi atau kampanye parpol tersebut disinyalir semata-mata untuk membesarkan partainya sendiri, bukan untuk mencari solusi bahkan mampu menghentikan penderitaan rakyat Palestina yang dibantai Negara Israel .

Sebagai generasi muda Islam, Syukran mengaku terenyuh melihat pemanfaatan issu perang di jalur Gaza ,Palestina oleh salahsatu parpol di Indonesia . Padahal, lanjut Syukran, Presiden RI SBY sendiri sudah memberikan penjelasan bahwa konflik di jalur Gaza tidak ada unsur agama.

“Lantas apa sebenarnya maksud dan tujuan salahsatu parpol melakukan aksi atas penderitaan rakyat Palestina, jika bukan hal itu semata-mata untuk memebsarkan partainya sendiri ke tengah masyarakat. Sehingga agar parpol tersebut dianggap masyarakat seolah-olah partai ‘Pahlawan’ yang berani melawan kebiadaban Negara luar seperti Amerika atau Israel ,” katanya.

Syukran mengatakan, jika parpol tersebut saat ini menjadikan issu penderitaan dialami rakyat Palestina sebagai ajang sosialisasi partainya. Maka Syukarn mempertayakan, kemana parpol tersebut saat melihat penderitaan Amrozi CS sebagai korban politik luar negeri yang juga disebut sebagai tersangka teroris?.

Terlebih, lanjut wakil rakyat dari daerah Tapteng_Sibolga ini, parpol yang melakukan aksi menyampaikan protes ke Kedubes Amerika Serikat, ternyata para pengurusnya dari pusat hingga daerah selama ini malah sering berkunjung dan meneriam undangan ke negeri Paman Sam itu. “Bahkan fasilitas parpolnya seperti kantornya juga bersumber dari luar non Islam. Sementara dalam aksinya mereka seolah-olah benci terhadap agama di luar Islam," katanya. (ms)