Bendahara Protap dan Wakil Ketua DPRDSU Nyaris Adu Jotos


Medan (Lapan Anam)
Sikap tidak simpatik kembali dipertontonkan panitia pembentukan Provinsi Tapanuli (Protap). Bendahara Protap Pustaha Nurdin Manurung, nyaris adu jotos dengan Wakil Ketua DPRDSU Drs H Hasbullah Hadi SH,MkN, Kamis (22/1) di ruang Ketua DPRDSU Drs H Abdul Azis Angkat MSP, saat panitia beraudiensi kepada pimpinan dewan.

Tindakan tidak simpatik panitia Protap ini mengingatkan publik pada insiden tahun lalu, saat massa Protap menumbangkan pagar gedung DPRDSU dan memaksa Ketua DPRDSU saat itu H Abdul Wahab Dalimunthe SH menandatangani surat persetujuan dewan terhadap pembentukan Protap.

Adalah uangkapan Manurung yang memicu kekisruhan pertemuan itu. Pasalnya, Hasbullah Hadi tiba-tiba dituding “Tidak Berotak” sambil menunjuk-nunjuk wajah Wakil Ketua DPRDSU dari Partai Demokrat itu.

Namun karena direlai Wakil Ketua DPRDSU , Japorman Saragih dan Ketua DPRDSU Drs H Abdul Azis Angkat MSP menskor pertemuan, adu jotos tersebut tidak terjadi. Antara Hasbullah Hadi dan Pustaha Nurdin Manurung, sudah tegang dan dalam posisi siap menyerang dibarengi suara berpolume tinggi seperti sedang gaduh.

Sejak awal pertemuan, nuansa akan terjadi ricuh sudah kelihatan. Hampir semua peserta audiensi dipimpin Ketua panitia Protap GM Chandra Panggabean dan Ketua DPRD Tobasa, Taput,Humbahas dan Samosir, mengeluarkan kalimat-kalimat mengancam. Antara lain ungkapan Ketua DPRD Taput yang akan mengerahkan sebagian besar penduduk Tapanuli ke gedung dewan dan menduduki ruang ketua dewan, jika paripurna persetujuan Protap tidak dilakukan.

Ketua DPRDSU sebelumnya sudah menjelaskan bahwa DPRDSU menjadwalkan paripurna secara tentatip pada 26 Januari 2009, bersamaan dengan paripurna persetujuan pembentukan provinsi Sumatera Tenggara (Sumtra). Namun pihak panitia Protap protes dan menuding rencana itu sebagai upaya menghalangi pembentukan Protap.

Bahkan Bendahara Protap Pustaha Nurdin Manurung juga Ketua salah satu Parpol di Sumut, dengan suara lantang menuding Hasbullah Hadi dan Wakil Ketua DPRDSU lainnya H Ali Jabbar Napitupulu, sebagai penghambat pembentukan Protap.

“Kita semua anak sekolahannya, jadi jangan pura-pura tak tahu hukum. Aku sudah tahu isi otakmu dan dari awal kau tidak mendukung Protap”, kata Nurdin sambil menunjuk tangannya ke arah wajah Hasbullah Hadi.

Akibatnya Hasbullah Hadi tersinggung dan balik menyerang dengan menantang, sambil mengingatkan agar Manurung jangan menuduh sembarangan. “Dari mana saudara tahu isi otak saya?”, katanya juga menunjuk jari telunjuk.

“Kalian memang tidak punya otak, dari dulu saya sudah tahu kau tidak mendukung Protap”, kata Nurdin Manurung lagi.Keduanya sempat "marsibollangan" (saling memandang dengan mata melotot-red).

Suasana makin panas diantara keduanya, hinga nyaris adu jotos. Akhirnya pertemuan itu diskors oleh Abdul Azis Angkat.

DPRDSU sendiri akhirnya menjadwalkan akan memparipurnakan Protap pada 4 Pebruari 2009.Rencana paripurna itu akan dibawa ke Panmus dewan pada 27 Januari 2009 guna dijadwalkan.

“Kita akan proses sesuai mekanisme institusi, bukan atas dasar tekanan. Sejak awal itu sudah kita rencanakan, tapi malah mereka tak sabar”, kata Abdul Azis.

Hasbullah Hadi juga mengatakan, paripurna Protap bukan karena tekanan, sebab dewan bekerja atas dasar konstitusi. “Kami tidak mau diancam dan ditekan, termasuk oleh hantu sekalipun. Tapi sesuai mekanisme memang akan dijadwalkan untuk diparipurnakan”, ujarnya.

Soal insiden nyaris adu jotos tersebut, Hasbullah tidak berkomentar. “Tidak melapor ke Polisi ?” tanya wartawan. “Kau ada saja bertanya soal itu”, ujar Hasbullah. (ms)