Prajurit Kodam I/BB Belajar Teknik Penulisan Berita


Medan (Lapan Anam)
Wartawan dan TNI memiliki kemiripan dalam mengemban tugas profesionalistasnya, yakni sama – sama punya loyalitas utama kepada warga Negara.

Demikian dikatakan Mayjen Simanungkalit saat memberikan pembekalan tentang Teknik Penulisan Berita dihadapan 31 Prajurit Kodam I/BB peserta pelatihan Jurnalistik di Redaksi Harian Medan Pos, Kamis (29/1).

Dia mengatakan, loyalitas pada warga Negara menjadi taruhan tunggal seorang pembuat berita (wartawan). Karena karya jurnalistik adalah karya profesional yang dipersembahkan kepada warga Negara selaku pembaca.

Karenanya, menjadi wartawan harus memiliki kompetensi, sehingga mampu mengungkap kebenaran. Menjalankan tugas dan fungsi penyebar informasi, pendidik, penghibur dan sosial kontrol.

“Etika atau moral, penguasaan terhadap ilmu pengetahuan, penguasaan terhadap hukum dan keterampilan berwawancara, menulis berita dan menggunakan teknologi komunikasi merupakan kompetensi yang harus dimiliki seorang wartawan”, kata Simanungkalit.

Jika wartawan tidak memiliki kompetensi, keberadaannya akan sangat berbahaya bagi masyarakat. Karena tanpa kompetensi, profesi wartawan dapat melenceng menjadi penyebar fitnah.

“Jika tugas kewartawanan dikerjakan pihak yang tidak berkompeten, maka upaya mengungkap kebenaran dapat melenceng menjadi sekedar mengungkap aib orang lain”, tegasnya.

Dalam pelatihan itu para perajurit terlibat diskusi sangat aktif, termasuk menanyakan mekanisme pengiriman berita dan faktor-faktor lain yang menjadikan berita tidak dicetak.(ms)