Evaluasi Kinerja Direksi PDAM Tirtanadi


Medan, (Lapan Anam)
Gubsu H Syamsul Arifin SE diminta segera mengevaluasi kinerja direksi PDAM Tirtanadi. Pasalnya, kinerja direksi BUMD itu dinilai sangat buruk dan tidak mampu mengelola PDAM Tirtanadi secara maksimal dan profesional.

"Kinerja manajemen PDAm Tirtanadi sangat mengecewakan, antara lain dengan buruknya mutu pelayanan kepada masyarakat pelanggan. Penghargaan ISO yang mereka gembar-gemborkan ternyata hanya mengelabui pelanggan," kata Ketua Gerakan Masyarakat Bhinneka Abadi (Gemba), Burhan, kepada wartawan di Medan, Rabu (21/1).

Burhan mencontoh masih belum baiknya kinerja manajemen PDAm Tirtanadi, yakni saat ini masih seringnya air mati bahkan kotor. Padahal sesuai standar perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO, mutu pelayanan itu harus jadi jaminan.

Gemba juga meminta para direksi PDAM Tirtanadi transparan dalam menjalankan tugasnya. Khususnya dalam melaporkan hasil kinerjanya, khususnya mengenai pengeluaran dan pemasukan keuangan PDAM Tirtanadi kepada anggota dewan.

"Direksi PDAM Tirtanadi harus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan transparansi soal keuangan. Sebab, PDAM Tirtanadi merupakan BUMD Sumut," katanya.

Pada kesempatan itu, Gemba juga meminta para direksi Tirtanadi mampu memeriksa ruko-ruko yang menggunakan mesin penyedot. Karena jika tidak dipantau, dikhawatirkan bisa berdampak bagi kelangsungan PDAM Tirtanadi.

"Direksi PDAM Tirtanadi harus segera berbenah dalam menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, sehingga menarik simpati pelanggan. Jangan tunggu reaksi negatif masyarakat, jika direksi masih tetap tidak mau berbenah diri," sebutnya.

Hal senada disebutkan Gubernur Pengrop Gerakan Aku geram dan Anti Koruptor (Gagak) Sumut, Dedi Hermanto Sitorus. Gagak menilai pelayanan PDAM Tirtanadi belum memuaskan pelanggannya.

Hal itu disebabkan, para direksi PDAM Tirtanadi hanya sibuk mengumpulkann pujian-pujian dan penghargaan dari luar. Sementara pujian itu samasekali dinilai tidak tepat, mengingat kinerja PDAM Tirtanadi yang dinilai masih belum baik di mata pelanggan.

"Pelanggan hanya butuh pelayanan yang baik, bukan ISO-ISOan dari luar. Karena yang menggunakan dan memakai air adalah masyarakat konsumen di daerah jalannya perusahaan," katanya.

Gagak juga meminta direksi PDAM Tirtanadi transparan soal pengeluaran dan pemasukan anggaran. Bahkan gagak menyoroti kinerja pucuk pimpinan PDAM Tirtanadi yang dinilai terlalu sering plesiran dengan tujuan mencari penilaian atau penghargaan dari luar. (ms)