Salurkan bantuan ke Palestina Lewat KNRP

Medan, (Lapan Anam)
KOMNAS Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) perwakilan Sumatera Utara (Sumut) bekerjasama dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), siap menerima dan menyalurkan sumbangan dana masyarakat Sumut untuk rakyat Palestina yang menjadi korban kebiadaban Israel.

Demikian dijelaskan Ketua perwakilan KNRP Sumut H Hidayatullah SE kepada wartawan, Kamis (15/1) di Medan, terkait kebingungan masyarakat menyalurkan bantuan untuk rakyat Palestina.

“Animo masyarakat Sumut untuk membantu rakyat Palestina cukup banyak, tapi mereka bingung kepada siapa bantuan dana diserahkan, sehingga dibentuklah perwakilan KNRP di Sumut,” ujar Hidayatullah.

Disebutkan, kegiatan KNRP sudah berjalan di tingkat pusat, jauh sebelum terjadinya penyerangan Israel terhadap jalur Gaza-Palestina yang menewaskan ratusan warga sipil dan anak-anak. Untuk di Sumut, sumbangan yang disalurkan melalui KNRP sudah terkumpul Rp500 juta dan sudah disalurkan melalui KNRP pusat, dengan mengirimkan tiga relawan dipimpin langsung Dr Basuki beserta Ketua NKRP pusat dr Suripto.

Dari sumbangan yang dikumpulkan perwakilan KNRP Sumut, kata Hidyataullah, tiga relawan KNRP pusat membawa bantuan obat-obatan. Termasuk 1 unit mobil ambulance yang saat ini sudah berada di perbatasan Mesir-Gaza, karena banyak korban-korban di Gaza dibawa ke Mesir.

Karena itu, kata Hidayat lagi, KNRP perwakilan Sumut membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menyumbang meringankan penderitaan warga Palestina. Dapat berupa dana untuk disampaikan melalui perwakilan KNRP Sumut sementara berkantor di DPW PKS Sumut Jalan Kenanga Raya Medan Sunggal, Kantor Tim Sukses pemenangan Pemilu PKS Jalan S Parman Medan.

Dikatakan Hidayat, sumbangan dana dapat juga dikirim langsung ke KNRP pusat melalui Bank Syariah Mandiri Cabang Kelapa Gading no rekening 1800022210, atau ditujukan ke KNRP di BCA Cabang Jatinegara Barat no rekening 7600325099. “Pengiriman sumbangaan dana harus dicantumkan juga daerah pengirim, agar penyumbang lebih muda terdata,” ujarnya.

Menurut Hidayat, sumbangan yang akan diberikan sebaiknya berupa dana ketimbang barang seperti makanan atau obat-obatan. Kalau sumbangan berupa makanan dan obat-obatan, ongkos kirim lebih mahal dari nilai barang.(ms)