SPBU di Medan Mulai Spekulasi


Medan (Lapan Anam)
Sejumlah Anggota DPRDSU mensinyalir SPBU-SPBU di Kota Medan mulai berspekulasi dengan turunnya harga BBM dilakukan pemerintah pertengahan Desember 2008. Sehingga mengakibatkan terjadinya kelangkaan BBM dihampir setiap sudut kota Medan, bahkan beberapa SPBU tutup dengan alasan kehabisan stok.


Sinyalemen ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi B DPRDSU Belly Simanjuntak kepada wartawan, Selasa (6/1) di ruang kerjanya gedung dewan, terkait dengan terjadinya kelangkaan BBM khususnya di Medan.

Kata Belly, sinyalemen terjadinya spekulasi ini semakin jelas, karena pihak Pertamina selalu menyebutkan pendistribusian BBM tetap dilaksanakan. Tapi kondisi riel di lapangan, justru beberapa SPBU tidak menjual kepada masyarakat, karena habis, sehingga sebagian SPBU harus trjadi antrian panjang.

“Kita takut, kondisi ini sengaja diciptakan, agar harga BBM dinaikkan karena BBM-nya langka dan tidak ada,” sesal Belly seraya minta Poldasu segera mengusut dan menindak tegas para spekulan-spekulan yang sudah meresahkan masyarakat.

Menurut Belly juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, kondisi kelangkaan BBM ini harus segera diatasi dengan sigap, sebelum masyarakat benar-benar marah. Pertamina UPMS-I dan Hiswanamigas diminta jangan ‘tutup’ mata, tapi harus proaktif turun ke lapangan secara professional dalam melayani kebutuhan rakyat.

“Pertamina jangan sekali-kali bermain dengan para spekulan untuk menghilangkan BBM dari pasaran, tapi harus bersikap tegas dan professional. Jika ada SPBU yang membatasi membeli BBM tidak boleh lebih 10 liter atau sengaja tidak menambah stok, harus ditindak tegas,” katanya.

Bahkan bila perlu, tegas Belly, cabut segera izin SPBU yang terbukti melakukan spekulasi. Sebab dengan langka dan habisnya BBM pasca penurunan harga BBM, justru akan menimbulkan masalah baru.
Dari sidak dilakukan Komisi B baru lalu, tambah Belly lagi, pihak Pertamina sudah diwanti-wanti agar menjaga kondisi pemasaran maupun pendistribusian BBM tetap stabil. “Kita sudah ingatkan Pertamina berkali-kali agar terus mengawasi dan mengantisipasi agar tidak terjadi kelangkaan BBM,” tandas Belly.(ms)