Bank Sumut Penuhi CAR

Medan, (Lapan Anam)
Gubernur Sumatera Utara H. Syamsul Arifin mengatakan penyertaan modal pada PT Bank Sumut ditujukan untuk memenuhi rasio kecukupan modal (CAR) pada bank milik pemerintah daerah tersebut.

"Penyertaan modal untuk meningkatkan CAR karena Bank Sumut terus melakukan ekspansi kredit," katanya dalam nota jawaban yang disampaikan Wagub Sumut, H. Gatot Pujo Nugroho pada rapat paripurna DPRD Sumut di Medan, Selasa (13/01/09).

Sejumlah fraksi di DPRD Sumut sebelumnya mempertanyakan urgensi penyertaan modal pada bank yang juga merupakan badan usaha milik negara (BUMD) itu, apalagi dalam kondisi kiris dewasa ini dimana daerah sangat membutuhkan anggaran untuk pembangunan yang langsung menyentuh masyarakat.

Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS) merupakan salah satu yang mempertanyakan urgensi ranperda yang diajukan Pemprov Sumut tersebut. "Sebelum pembahasan ranperda ini kita lanjutkan, perlu didudukkan dulu seberapa besar urgensi penyertaan modal pada Bank Sumut dilakukan dalam kondisi sekarang ini," ujar jurubicara FKS, H. Hidayatullah.

Menurut FKS, pemanfaatan APBD untuk penyertaan modal juga harus didasarkan pada analisa yang mendalam akan urgensi dan kemanfatannya, apalagi APBD Sumut tahun 2009 berada dalam posisi defisit dalam jumlah yang cukup besar (Rp366,976 miliar). "Kita tentu tidak akan membiarkan begitu saja dana masyarakat Sumut dialokasikan untuk hal-hal yang tidak begitu jelas kemanfaatannya secara langsung bagi masyarakat," katanya.

Anggota DPRD Sumatera Utara, Abdul Hakim Siagian, SH, MHum juga menilai rencana penyertaan modal pada Bank Sumut itu tidak urgen dan perlu ditinjau ulang. "Ada hal lain yang semestinya menjadi prioritas pembangunan Sumut, apalagi jika hendak disejalankan dengan visi-misi 'rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit, rakyat tidak bodoh dan rakyat punya masa depan'," katanya.

Menurut dia, rencana penyertaan modal pada Bank Sumut sebagaimana diusulkan Pemprov Sumut mencerminkan belum jelasnya skala prioritas pembangunan Sumut ke depan.

Ia juga menilai Pemprov Sumut perlu mencari masukan dari para pakar perbankan, mengingat menempatkan uang di bank merupakan langkah beresiko dan membutuhkan pertimbangan-pertimbangan yang matang.

Menanggapi hal itu, Gubernur H. Syansul Arifin mengatakan, selain bertujuan meningkatkan PAD guna membantu penyelenggaraan pemerintahan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, penyertaan modal juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan bank memperluas usaha guna meningkatkan perekonomian serta memenuhi ketentuan modal sesuai peraturan perundang-undangan.

Sumber dana penyertaan modal adalah sebesar lima persen dana bagi hasil dari penerimaan PBB, deviden pada PT Bank Sumut dan lain-lain PAD yang sah disesuaikan kemampuan APBD, sementara Bank Sumut menerbitkan surat bukti penyertaan modal berupa sertifikat saham atas nama pemerintah daerah.

RUPS Bank Sumut pada 10 Juni 2008 menyetujui modal disetor ditingkatkan dari Rp500 miliar menjadi Rp1 triliun. Tambahan modal disetor dibutuhkan untuk mendukung kemampuan ekspansi kredit atau menambah jaringan, jelasnya.
Lebih jauh diungkapkan bahwa CAR Bank Sumut dalam enam tahun terakhir terus mengalami penurunan akibat gencarnya ekspansi kredit. Jika pada tahun 2003 dan 2004 masih sebesar 27,73 dan 31,07 persen, pada 2008 bahkan tinggal 15,82 persen.

"Penurunan CAR terjadi karena ekspansi kredit tidak diikuti pertambahan modal. Memperhatikan hal itu kita menilai sudah sepantasnya dilakukan penambahan modal disetor pada Bank Sumut," ujar gubernur.

Salah satu sumber untuk penambahan modal disetor itu sendiri diharapkan berasal dari lima persen dari dana bagi hasil penerimaan PBB Sumut. Dengan modal disetor yang berasal dari lima persen PBB atau rata-rata per tahun sebesar Rp10,61 miliar, Bank Sumut akan dapat melakukan ekspansi kredit rata-rata sebesar Rp132,66 miliar per tahun.

Jika kredit tersebut diberikan kepada pelaku UKM dengan besaran rata-rata Rp50 juta, maka kredit tersebut akan diserap sekitar 2.640 pelaku UKM, katanya.

"Bila setiap pelaku UKM menggunakan tenaga kerja satu atau dua orang, akan tercipta sebanyak 2.640 hingga 5.280 lapangan kerja per tahun. Untuk itu, ranperda penyertaan modal pada Bank Sumut sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Sumut," katanya. (ms)