Kesejahteraan Guru Swasta Harus Diperhatikan


Medan (Lapan Anam)
Pemerintah diminta harus memperhatikan nasib dan kesejahteraan guru-guru swasta guna memotivasi kinerja mereka melaksanakan pengabdiannya mencetak generasi bangsa Indonesia.

“Kesejahteraan guru swasta harus diperhatikan, sebab penghasilan mereka sangat minim bahkan tak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, padahal tugas mereka sangat mulia dan strategis membentuk generasi bangsa ini ”, kata anggota DPD-RI H Yopie S Batubara mengomentari minimnya kesejahteraan guru swasta di Sumatera Utara, Jumat (30/1)

Sebelumnya kata Yopie, dia mendapat informasi dari sejumlah guru swasta tentang kondisi kesejahteraan di tempat mereka mengabdikan diri, apa yang disampaikan tersebut tergambar bahwa guru swasta ternyata masih banyak belum menikmati hasil sebanding dari pengabdian mereka berikan.

Bahkan kondisi lebih memprihatinkan lagi dialami guru swasta di daerah pelosok dan terpencil, di tempat tersebut para guru justru lebih dominan mengabdikan diri dibanding mendapatkan kesejahteraan yang seharusnya mereka terima.

Terhadap nasib dialami guru-guru swasta ini, Yopie S Batubara berharap pemerintah daerah baik provinsi, kabupaten maupun kota selayaknya mengambil upaya tepat menjawab persoalan tersebut demi kemajuan dunia pendidikan khususnya di Sumatera Utara.

“Selaku anggota DPD-RI saya minta kesejahteraan guru swasta dan negeri disamakan, jangan ada lagi pilih kasih antara guru swasta dan negeri merekakan sama-sama mengabdi mengapa harus ada perbedaan”, ujar Yopie yang juga calon anggota DPD-RI 2009-2014.

Terkait alokasi dana pendidikan sebesar 20 persen dari APBD masing-masing daerah, Yopie berharap sebagian dari alokasi dana pendidikan tersebut bisa diperuntukkan terhadap pemberian kesejahteraan guru swasta, sehingga mereka bisa menikmatinya.

“Bagaimana mungkin kita bisa meningkatkan mutu pendidikan sementara masih banyak guru-guru terlebih guru swasta kondisi kesejahteraannya memprihatinkan, jika pendidikan mau baik dan bermutu tingkatkan segera kesejahteraan guru dan hal itu jangan ditunda-tunda”, tegas Yopie yang konsen terhadap perkembangan pendidikan dan nasib guru di Sumut.

Sementara kepada pemilik yayasan pendidikan swasta, Yopie mengingatkan agar pengelola pendidikan jangan semata hanya mencari untung, tetapi sebaliknya harus memperhatikan kesejahteraan guru yang mengabdi di yayasan tersebut . ( Rel )