Sebaiknya Partai Golkar Jadi Oposisi

Medan (Lapan Anam)
Pendiri Partai Golkar Sumatera utara (Sumut) Dharma Indra Siregar menegaskan, Partai Golkar sebaiknya menjadi oposisi. Selain untuk menjaga kewibawaan partai, juga untuk menegaskan komitmen untuk mengusung kadernya sebagai Capres dan bukan sekedar Cawapres.

“Akan lebih terhormat bagi Partai golkar menjadi oposisi ketimbang merengek menjadi Cawapres pendamping Capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jangan ada kesan seolah partai ini tidak lagi memiliki kekuatan”, katanya di Medan, Selasa (21/4) usai mengikuti acara dialog publik soal Capres dan Cawapres di Binagraha Sumut Jalan Diponegoro Medan.

Darma Indra gelar Raja Gorga Pinayungan menyebutkan, Partai Golkar saat ini memiliki kekuatan yang cukup ditambah pengalaman berpolitik berpuluh-puluh tahun. Karenanya, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk ikut berkuasa dalam priode ini.

"Tunjukka kemampuan Partai Golkar bertindak cepat untuk rakyat, tanpa harus ikut di ekeskutif. Di legislatif juga bisa bertindak cepat untuk rakyat,”, sebutnya.

Bangkit 2014

Ditempat terpisah pengalamat politik dari Drs Shohibul Anshor Siregar ,MSi menjelaskan kalau Partai Golkar jadi oposisi maka kehidupan demokrasi di Indonesia akan semakin baik. Sebab Golkar memiliki sumber daya manusia yang cukup baik, sehingga diyakini akan mampu menyeimbangi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh eksekutif.

"Saya melihat ada dua Parpol yang jika memposisikan diri sebagai opisisi iklim demokrasi akan menjadi lebih baik, yakni Partai Golkar dan PKS,”sebut Shohib.

Sohibul juga yakin, jika Partai Golkar memposisikan diri sebagai Partai Oposisi maka suara Partai Golkar pada 2014 akan naik. Masyarakat akan lebih mencintai Partai Golkar.***