LPPI Sumut Ingatkan Caleg Tunggu Putusan KPU

Medan (Lapan Anam)
Ketua Lembaga Pemantau Pemilu Independen (LPPI) Sumut Suruhenta Sembiring mengingatkan para calon legislatif (Caleg), untuk tidak membingungkan publik dan membohongi diri sendiri. Jangan saling mengklaim dirinya sebagai peraih suara terbanyak, sebelum ada keputusan penghitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Para Caleg mulai mengkim dirinya sebagai peraih suara terbanyak, sehingga membuat bingung masyarakat. Padahal penghitungan suara di PPK sendiri belum selesai”, katanya di Medan, Rabu (15/4).

Suruhenta Sembiring menjelaskan, maraknya publikasi perolehan suara di media massa yang menayangkan posisi rangking para caleg dapat membingungkan masyarakat. Karena posisi perolehan suara itu masih berubah atau naik turun tapi sudah ada yang mengklim sebagai pemenang.

Menurut Suruhenta, apa yang dipublikasikan di media tentang posisi rangking perolehan suara caleg, sangat jauh berbeda dengan hasil nyata di lapangan. Sehingga para Caleg diingatkan untuk tidak terjebak perang klim, yang akhirnya membuat kekecewaan dibelakang hari.

Suruhenta mengaku memiliki data otentik dari timnya dilapangan, apa yang diklim Caleg tertentu di media massa jauh berbeda dengan kondisi riil dilapangan.

Seperti halnya di Daerah Pemilihan Sumut I, Sumut II dan Sumut III untuk DPR RI, ungkap Suruhenta, berdasarkan hasil penghitungan yang dilakukan LPPI Sumut, suara yang terbanyak itu bukan caleg yang mendapat posisi rangking perolehan suara seperti yang di publikasikan di media.

“Kita sudah melakukan penghitungan suara di beberapa kabupaten/kota se Sumut, untuk Dapil Sumut I, Sumut II dan Sumut III. Hasilnya sangat bertolak belakang dengan hasil suara yang di publikasikan di media,” ujarnya.

Untuk perolehan suara sementara di Dapil Sumut I, sebut Suruhenta, hasil perhitungan pihaknya di lapangan yang memperoleh suara terbanyak dari Partai Golkar adalah Erwin Ricardo Silalahi caleg DPR RI nomor urut 4, kemudian disusul Meutia Hafid caleg DPR RI nomor urut 2.

Sedangkan untuk Dapil Sumut II, kata Suruhenta, yang memperoleh suara terbanyak sementara dari Partai Golkar untuk DPR RI adalah Daniel Dumuli Simanjuntak caleg DPR RI nomor urut 4, kemudian disusul oleh Neil Iskandar Daulay.

“Setelah dilakukan penghitungan sementara di 16 kecamatan Kabupaten Tobasa, peraih suara terbanyak adalah Daniel Dumuli Simanjuntak. Tapi kenapa ada yang mengklaim bahwa dia memperoleh suara terbanyak di daerah itu,” katanya.

Dan untuk Dapil Sumut III, tegas Suruhenta, caleg DPR RI yang memperoleh suara terbanyak sementara dari Partai Golkar adalah Serta Ginting caleg DPR RI nomor urut 4 dan disusul oleh Bachtiar Ujung.

Ditambahkan Suruhenta, bila terlalu cepat mempublikasikan perolehan rangking suara, dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan baru. Selain itu juga dimungkinkan munculnya priksi dan kecurigaan untuk melakukan kecurangan dengan membangun opini public menyesatkan.

Karena itu, pinta Suruhenta, para Caleg hendaknya tetap menunggu putusan KPU, jangan ada yang malah mendahuluinya seolah lebih menguasai lapangan. Hitungan resmi tetap hitungan KPU, maka jangan saling klim yang akhirnya membuat diri sendiri kecewa.***