Petani Karo Keluhkan Kelangkaan Pupuk


Medan (Lapan Anam)
Petani di tiga kecamatan Kabupaten Karo mengeluhkan kelangkaan pupuk di kabupaten tersebut. Dampaknya, tanaman sayur dan buah di darah itu, mengalami pertumbuhan kurang sempurna karena sudah tidak dipupuk lagi.

Kepada Anggota DPRD Sumut Ir Edison Sianturi saat pertemuan reses di Desa Dolat Rakyat Kecamatan Berastagi pada Minggu 30 November 2008, dihadiri sekitar 500 orang dari Kecamatan Barusjahe, Kecamatan Merek dan Kecamatan Berastagi, warga juga menyampaikan keluhan itu.

”Selain soal kelangkaan pupuk yang sudah meresahkan petani, warga juga mengeluhkan rusaknya jalan menghubungkan antar desa di daerah itu”, kata Edison politisi Partai Patriot Pancasila kepada wartawan lewat telepon selular, Senin (1/12).

Dia mengatakan, petani di Tanah karo kini dalam kondisi terjepit dan sulit mengatasi masalah yang mereka hadapi. Disisi lain harga hasil pertanian semakin menurun, sedangkan harga pupuk terus melambung dan langka. Demikian juga tidak ada jaminan mutu pestisida yang beredar dipasaran.

Dikatakan, dalam pertemuan reses dengan Edison, masyarakat Kecamatan Merek mengucapkan terimakasih atas hasil reses di tahun 2005 lalu. Sebab setelah itu pemerintah telah membangun jaringan air minum di Kecamatan Merek oleh Dinas Tarukim Provsu.

Namun, kata Edison, masyarakat mengeluhkan sampai hari ini air dari jaringan air minum tersebut belum mengalir, sehingga belum dapat dinikmati masyarakat.

"Untuk itu DPRD Sumut berjanji akan meninjau lokasi dan menyampaikannya permasalahan tersebut kepada dinas terkait," ujar Edison.

Selain itu, sebut Edison, masyarakat Desa Dolat Rakyat juga meminta kepada dewan bagaimana cara supaya air minum bisa sampai ke rumah masyarakat, sebab jaringan air telah ada.

Karena itu, Edison berjanji semua usulan masyarakat akan disampaikan kepada Bupati Karo dan Gubsu H Syamsul Arifin sesuai kewenangannya.

Khusus mengenai kelangkaan pupuk, Edison Sianturi menghimbau Pemkab Karo untuk lebih ketat melakukan pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi serta memperjuangkan penambahan kuota pupuk.

Mengingat masyarakat Karo mayoritas hidup dari pertanian, dia minta Pemkab Karo melakukan terobosan untuk melakukan penjualan komoditi pertanian dengan pola lelang. Tujuannya agar harga komoditi lebih terjamin dengan menetapkan harga standard dan untuk melindungi petani dari permainan pedagang.

Pemkab Karo, tambah Edison, juga perlu melakukan sertifikasi terhadap pupuk dan pestisida yang beredar di Kabupaten Karo. Sehingga masyarakat terlindungi dari pemakaian pupuk dan obat palsu, yang mengakibatkan biaya tinggi bagi produksi pertanian. (ms)