H Abdul Hakim Siagian SH MHum


KONSISTEN MEMBELA PETANI DAN NELAYAN

PERNAH dijuluki sebagai pendekar hukum,karena berani melawan rejim penguasa demi membela rakyat tertindas. Itu terjadi saat dia menjadi advokad dan pengacara. Dan setelah reformasi menyeretnya menjadi politisi, dia dikenal sebagai wakil rakyat yang konsisten membela petani dan nelayan.

Dia adalah H Abdul Hakim Siagian SH,MHum, kini anggota Komisi A DPRDSU dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Pria kelahiran Asahan 15 Agustus 1965 dari pasangan Haji S Siagian dan Hajjah S Boru Tambunan ini, memang politisi yang unik. Mengawali karir sebagai dosen,lalu jadi pengacara dan setelah reformasi terjun jadi politisi. Dalam berpolitik dia mengaku melandaskan keikhlasan dan niat ibadah, bersandar kepada dukungan keluarga dan restu orangtua.

Bagi banyak pihak, konsistensi Hakim Siagian membela nasip petani dan nelayan di jalur politik dipandang sinis. Karena persoalan petani dan nelayan kita sudah sangat kompleks, sulit diurai seperti mengurai benang kusut. Maka jika orang bicara soal nasip petani dan nelayan, seringkali dianggap sekedar wacana tanpa titik.

Namun itulah Hakim Siagian. Soal nasib petani dan nelayan dia selalu bicara lantang.Kata dia,walau seperti berteriak digurun pasir,akan tetap berjuang bagi petani dan nelayan. Bahkan, walau sudah menjadi politisi disegani, cita - citanya justru menjadi petani,terutama kelak dihari tua.

Dia memang asli anak petani di Asahan, yang dikenal sebagai daerah lumbung beras di Provinsi Sumatera Utara. Maka sebagai anak petani, dia tahu banyak masalah dihadapi petani dan nelayan serta ingin ikut memberi solusi atas masalah pelik itu.

Walau sudah menjadi anggota DPRD Sumut dan Wakil Ketua DPW PAN Sumut, dia malah masih merasa sebagai petani. Maklum, walau tidak selebar milik konglomerat, dia adalah petani kelapa sawit dan juga karet.

Sejak awal dia sudah memberi perhatian serius untuk memperbaiki nasip petani dan nelayan. Namun dia tidak punya kekuasaan untuk mengambil kebijakan, guna meretas tirai yang membuat petani dan nelayan kita selalu terpuruk. Maka ketika dia menjadi pengacara dia rela menggulung lengan baju, bertemu petani dan nelayan yang ditindas penguasa dan pengusaha.

Lalu ketika menjadi politisi, perjuangan membela kepentingan petani dan nelayan terus digelorakan. Di DPRD Sumut sendiri, bersama rekan sejawat dari partai lain seperti Drs Ahmad Ikhyar Hasibuan (Partai Demokrat) dan Ir Edison Sianturi (Partai Patriot), dia bentuk Kaukus DPRD Sumut Peduli Petani dan Nelayan. Mereka kompak memperjuangkan agar porsi anggaran untuk sektor pertanian dan perikanan terus ditingkatkan di APBD Sumut.

Ayah dari lima orang anak yakni Putri,Balqis,Longgom,Fajar dan Syafira serta suami dari M Boru Butarbutar SH ini, mengaku prihatin menyaksikan perlakuan pemerintah kita terhadap petani dan nelayan. Bangsa kita katanya, telah menzolimi petani dan nelayan.

Bangsa kita hanya berkoar mengatakan petani dan nelayan sebagai tulangpunggung ketahanan pangan, namun tidak diimbangi dengan perhatian serius untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan nelayan itu sendiri.

Karenanya, dia sering mengkritisi struktur anggaran APBN dan APBD Sumut yang tidak berpihak kepada petani dan nelayan. Termasuk alokasi anggaran APBD Sumut tahun 2009 sebesar Rp3,5 triliun, menurut dia tidak berpihak kepada petani, peternak, nelayan, juga pelaku Usaha Kecil dan Menengah Mikro (UMKM).

Padahal sesuai pengalaman pada masa-masa krisis beberapa tahun silam, hanya petani, peternak, nelayan dan pelaku usaha kecil dan menengah mikro yang paling dapat bertahan menghadapi berbagai krisis. Dengan itu, seharusnya tidak ada alasan untuk tidak mengalokasikan anggaran yang sebanding dengan porsi sektor pendidikan yang mencapai 20 persen dari total APBN dan APBD.

Dia menilai visi dan misi Gubsu agar rakyat tidak lapar, tidak bodoh, tidak sakit dan memiliki masa depan, harus diimbangi dengan peningkatan anggaran untuk petani dan nelayan. Karena sektor pertanian dan nelayan, sangat terkait dengan status taraf hidup masyarakat. Dan mayoritas penduduk Sumut adalah petani dan nelayan.

Konsistensi Hakim Siagian dalam memperjuangkan kepentingan petani dan nelayan, terus diharapkan masyarakat terutama yang tinggal di pesedaan. Dalam beberapa kali pertemuan dengan Hakim Siagian, terungkap betapa petani dan nelayan mengharapkan agar konsistensi itu terus dilanjutkan kelak jika Allah Swt merestuinya menjadi anggota DPR RI.

Dalam Pemilu legislatif 2009 mendatang, Abdul Hakim Siagian memang dicalonkan PAN untuk anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sumut Tiga. Dan ketika orang mempersoalkan sumber dana kegiatan kampanye, dia malah bersyukur lahir sebagai anak petani. Dia mengaku, mengandalkan hasil kebun untuk membiayai kebutuhan pencaleg-annya itu. ***