Permudah Pencairan Tunjangan Profesi Guru

Medan (Lapan Anam)
Pimpinan MajelisDaerah (PMD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Binjai dan Langkat bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIS) Al Ishlaiyah Binjai mengadakan Seminar Pendidikan Nasional, di gedung Az Zahra Kota Binjai, Minggu (712).

Acara digelar dalam menyambut Hari Guru itu secara resmi dibuka Ketua Umum Pimpinan Majelis Wilayah KAHMI Sumut H Raden Muhammad Syafii SH Mhum akrab disapa Romo.

Romo dalam sambutannya berharap event-event intelektual seperti ini hendaknya mampu mewujudkan cita-cita KAHMI, yakni berperan serta dalam meningkatkan wawasan para guru.

Seminar dengan tema Sertifikasi Menuju Profesionalisme Guru itu merupakan ide Ketua PMD KAHMI Binjai Prof DR Effendy Delux Putra SU Apt yang merupakan guru besar USU.

Tampil sebagai pembicara Rektor Unimed Prof Syawal Gultom MPd, anggota DPRD Sumut Drs Asyirwan Yunus dan dosen Fakultas Teknik USU Prof DR Ir Darmayanti Lubis yang dipandu moderator DR HM Jamil MA.

Pada seminar yang diikuti sekitar 700 peserta itu, para guru berterimakasih kepada panitia karena dapat membantu proses sertifikasi guru dan wawasan tentang pendidikan dari narasumber.

Ketua Panitia Pelaksana Drs Rulianto MPd dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta atas apresiasi dan kepedulian kepada dunia pendidikan.

Sementara Asyirwan Yunus juga caleg DPRD SU dari PBR dapem Langkat dan Binjai Nomor Urut 1 dalam materinya meminta kepala dinas pendidikan kabupaten/kota dan provinsi agar tidak mempersulit pencairan dana tunjangan profesi bagi guru yang telah lulus sertifkasi.

Kepada guru yang telah lulus sertifikasi, Asyirwan berharap agar program pemerintah ini betul-betul dapat meningkatkan kualitas mereka, seiring pelaksanaan amanah UUD 1945 tentang 20% alokasi anggaran pendidikan dari APBN/APBD mulai tahun 2009 ini betul-betul dapat direalisasikan.

Menanggapi pertanyaan peserta tentang dana lauk pauk yang dua tahun terakhir ini tidak lagi mereka terima, Asyirwan meminta dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota segera mencairkannya. “Sebab di saat krisis global ini dana tersebut sangat meringankan beban para guru,” ungkap Asyirwan.

Seminar berjalan sukses itu diakhiri panitia dengan melakukan lucky draw 5 unit handphone dan puluhan hadiah hiburan lainnya. (ms)