H Buyung Bupati Berwatak Aktivis


SEJAK awal, H Khairuddin Syah Sitorus SE akrab disapa H Buyung memang sudah membulatkan tekad untuk sepenuh hati membangun Kabupaten Labura. Dia juga siap mengorbankan segalanya untuk membangun daerah tersebut. Segenap waktu, pikiran, dana dan tenaga akan dia abdikan sepenuhnya untuk kemajuan Labura.


H Buyung merupakan sosok yang dikenal luas di Labura karena daerah itu telah menjadi lapangan pengabdiannya dalam separuh usinya. H Buyung lahir di Pematang Siantar, 09 Maret 1965, suami dari Hj. Elli Zarwaty dan ayah dari tiga putra-putri masing-masing Hendrianto Sitorus, Erni Arianti br Sitorus, Tria Novi Khairani br Sitorus.

Sebelum menjadi Bupati, H Buyung dikenal sebagai pengusaha sukses di Labuhanbatu dan aktivis organisasi kepemudaan. Karena itu, dalam kesehariannya watak aktivis tersebut tercermin dalam berbagai tindakannya memimpin Labura. Dia tidak mau diam melihat masalah, dia penuh kreatif dan selalu berinovasi.

Beberapa organisasi yang pernah dipimpinnya antara lain- Ketua GM FKPPI Rayon Kecamatan Na. IX-X Labuhan Batu Tahun 1990-2004, Ketua GM FKPPI Cabng 0209 Kabupaten Labuhan Batu Tahun 2000-2005, Ketua Dewan Pertimbangan PW PRI Sumut Tahun 2003-2007, Dewan Penasehat Palang Merah Indonesia (PMI) Labuhan Batu Tahun 2003 hingga sekarang.

Sukses sebagai pengusaha, H Buyung bergabung ke Partai PBR di Labuhanbatu dan menjadi ketua DPC PBR di Labuhanbatu priode2002-2007. Dia pernah jadi anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu Periode 2004-2009. Bahkan juga dipercaya sebagai - Ketua DPW Partai Bintang Reformasi Sumatera Utara Tahun 2006-2011, juga mengantarkannya anggota DPRD Propinsi Sumatera Utara Periode 2009-2014.

Namun pria berbadan tambun ini, tidak menghabiskan periode anggota DPRD Sumut karena ikut bertarung menjadi calon Bupati Labura yang baru dimekarkan. Dia terpanggil untuk membangun Kabupaten Labura dan panggilan inilah yang membulatkan tekadnya maju sebagai kandidat Bupati Labura.

Sebelumnya, pilkada Labura yang pada 27 September 2010 diikuti tiga pasangan calon yakni pasangan Khairuddin Syah dan Syahmenan (nomor urut satu), Daudsah dan Subari (nomor urut dua) dan Salomo Hutabarat dan Untung Priyanto (nomor urut tiga).

Dalam penghitungan suara, Khairuddin Syah dan Syahmenan yang didukung delapan partai politik (parpol), diantaranya Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Pelopor dan Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) meraih 74.487 suara atau 44,69 persen.

Pasangan itu mengungguli pasangan Daudsah dan Subari yang didukung enam parpol, diantaranya Partai Golkar, Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan peraihan 44.815 suara atau 26,89 persen.

Sedangkan peringkat ketiga ditempati pasangan Salomo Hutabarat dan Untung Priyanto yang didukung Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) yang meraih 44.773 suara atau 26,86 persen.

Dibawah kepemimpinan H Buyung, masyarakat Labura berharap munculnya perubahan di segala sektor pembangunan. Sebab tujuan pemekaran Labura dari Kabupaten induk Labuhanbatu, juga didasari keinginan agar terjadi perubahan kea rah lebih maju, berkeadilan dan berkesejahteraan.

Disisi lain, H Buyung visi dan misinya adalah terwujudnya Kabupaten Labuhanbatu Utara sejahtera. Misinya adalah meningkatkan kualitas ketaqwaan & keimanan, memerangi kemiskinan, melalui maksimalisasi kekayaan Sumber Daya Alam ( SDA), memberantas kebodohan dengan wajib belajar 9 (sembilan ) tahun tanpa membebani masyarakat, Menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk penciptaan lapangan kerja, Memaksimalkan pelayanan kesehatan dengan pola birokrasi sederhana, terjangkau dan efisien untuk meningkatkan kualitas kesehatan.(Mayjen Simanungkalit)