Tiga Kandidat Caketum Siap Bersaing di Kongres Persatuan Batak Islam

MEDAN – Tiga kandidat calon Ketua Umum (Caketum) Pengurus Besar (PB) Persatuan Batak Islam (PBI) siap bersaing di Kongres yang akan dihelat 21 Maret 2015 mendatang, di Asrama Haji Pangkalan Masyhur Medan. 


 “Ada tiga kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi Ketua Umum PBI periode 2015-2020 itu”, Kata Panitia Kongres PBI, Jhonson Sihaloho menjawab wartawan di Medan, Rabu (11/02/2015). 

Ketiga kandidat itu masing-masing Raidir Sigalingging SE (Dirut PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara), Drs Abyadi Siregar (Ketua Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumatera Utara) dan Mayjen Simanungkalit (Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara). 

Kata dia, masuknya ketiga nama tersebut dalam bursa Caketum PBI dalam Kongres PBI mendatang, telah menampakkan peta kekuatan pertarungan. Karena selain memiliki plus minus, masing-masing kandidat sudah mengklim arah dukungan suara. 

Raidir misalnya, mengklim sudah menguasai suara dari wilayah Sumatera dan Kalimantan. Sedangkan Abyadi Siregar mengklim mendapat dukungan suara dari mayoritas pengurus PBI di sejumlah Kabupaten Kota di Provinsi Sumut dan sebagain pulau Batam. 

Sementara Mayjen Simanungkalit, selain mendapat dukungan panatik dari Bona Pasogit yakni sejumlah Cabang PBI wilayah Kabupaten Tapanuli Utara dan pemekarannnya, juga mendapat dukungan dari DKI Jakarta, wilayah Papua dan sebagian pulau Jawa. 

Sihaloho mengakui, dalam kancah PBI selama ini, tiga nama tersebut adalah tokoh yang memang aktif dalam kegiatan organisasi dakwah itu. Bahkan ketiga tokoh muda itu, dikenal sebagai pendiri sekaligus pengurus di Ikatan Pemuda Islam Tapanuli Utara (IPITRA) serta Persatuan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Batak Islam (P3MBI) saat ketiganya masih mahasiswa. 

SANGAT POSITIF 

“Munculnya tokoh-tokoh muda dalam bursa calon Ketua Umum PBI, sangat positif duntuk kemajuan dakwah Islam. Karena ketiga tokoh yang mencuat itu saya kenal betul dan saya yakini punya rekam jejak yang baik”, kata tokoh PBI HSD Panggabean saat dihubungi wartawan tadi malam. 

Namun Jhonson Sihaloho menambahkan, tidak boleh ada yang melakukan kampanye negatif dalam gelaran Kongres PBI nantinya. Hal itu dilakukan untuk menjaga proses demokrasi yang selama ini berjalan di internal PBI. 

"Kampanye hanya dibuka saat sesi penyampaian visi dan program PBI lima tahun ke depan. Kongres adalah proses pengambilan keputusan tertinggi di PBI," tegasnya. 

Meski begitu, selain memilih ketua umum, agenda lain yang tak kalah penting dalam Kongres adalah menentukan konstitusi Organisasi. "Ada hal lebih penting lagi, yaitu menetapkan AD/ART dan program dakwah priode mendatang," kata Haloho. 

“Akan ada agenda aksi yang akan dikeluarkan Kongres PBI menyangkut dakwah Islam dan pembangunan bangsa”, kata Dedy Affandi Hasibuan Sekretaris Panitia Kongres PBI menambahkan. 

Dalam Kongres PBI tersebut, sejumlah Bupati dan Walikota di Provinsi Sumatera Utara, akan hadir dalam pembukaan Kongres. Selain dalam kapasitasnya sebagai tokoh dari Batak Islam, juga karena mereka umumnya kader biologis dari PBI.(Rel)